Rabu, 30 September 2026

Militer AS kawal kapal keluar dari Selat Hormuz

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Selasa, 5 Mei 2026 | 09:32 WIB


Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)





Washington (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Project Freedom akan mendukung kapal-kapal niaga yang berupaya melintas secara bebas melalui koridor perdagangan internasional Selat Hormuz.





Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Ahad (3/5) mengatakan bahwa pasukannya akan mulai melaksanakan "Proyek Kebebasan" (Project Freedom) Presiden AS Donald Trump dengan mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz pada 4 Mei 2026 .





"Misi ini, yang diperintahkan oleh Presiden, akan mendukung kapal-kapal niaga yang berupaya melintas secara bebas melalui koridor perdagangan internasional yang vital tersebut," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X.





Dikutip dari situs indonesiawindow.com, dukungan militer AS untuk upaya itu akan mencakup kapal perusak dengan rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform nirawak multidomain, serta 15.000 personel militer, demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut.





Pernyataan itu menambahkan bahwa Maritime Freedom Construct, sebuah inisiatif yang diumumkan pekan lalu oleh Departemen Luar Negeri AS, "akan sangat penting selama Proyek Kebebasan." Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pertukaran informasi dalam mendukung keamanan di selat utama tersebut dan mengombinasikan "aksi diplomatik dengan koordinasi militer."





Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul "Militer AS luncurkan ‘Project Freedom’ kawal kapal keluar dari Selat Hormuz", //Redaksi.






Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Iran anggap musuh negara yang ikut perang ekonomi AS

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kemlu pantau kondisi WNI pascagempa Kolombia

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Bahrain dan Kuwait diam-diam serang Iran

Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Terpopuler

X