Warga pesisir memanen tiram di waduk Alue Naga, Banda Aceh, Aceh, Minggu (13/9/2026). Wwaduk Alue Naga di daerah pesisir yang selesai diubangun pasca bencana tsunami sekitar bulan Januari 2012 itu, tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir juga dimanfaatkan untuk budi daya tiram sebagai lahan perekonomian warga. Aentenews Foto/Ampelsa.
Warga pesisir memanen tiram di waduk Alue Naga, Banda Aceh, Aceh, Minggu (13/9/2026). Wwaduk Alue Naga di daerah pesisir yang selesai diubangun pasca bencana tsunami sekitar bulan Januari 2012 itu, tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir juga dimanfaatkan untuk budi daya tiram sebagai lahan perekonomian warga. Aentenews Foto/AmpelsaWarga pesisir memanen tiram di waduk Alue Naga, Banda Aceh, Aceh, Minggu (13/9/2026). Wwaduk Alue Naga di daerah pesisir yang selesai diubangun pasca bencana tsunami sekitar bulan Januari 2012 itu, tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir juga dimanfaatkan untuk budi daya tiram sebagai lahan perekonomian warga. Aentenews Foto/AmpelsaWarga pesisir memanen tiram di waduk Alue Naga, Banda Aceh, Aceh, Minggu (13/9/2026). Wwaduk Alue Naga di daerah pesisir yang selesai diubangun pasca bencana tsunami sekitar bulan Januari 2012 itu, tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir juga dimanfaatkan untuk budi daya tiram sebagai lahan perekonomian warga. Aentenews Foto/AmpelsaWarga pesisir memanen tiram di waduk Alue Naga, Banda Aceh, Aceh, Minggu (13/9/2026). Wwaduk Alue Naga di daerah pesisir yang selesai diubangun pasca bencana tsunami sekitar bulan Januari 2012 itu, tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir juga dimanfaatkan untuk budi daya tiram sebagai lahan perekonomian warga. Aentenews Foto/Ampelsa