Aceh JayaPendidikan

Perkuat peran keluarga, Ayah gantikan peran Ibu ambil rapor anak ke sekolah

Foto Ilustrasi . Sejumlah murid sekolah dasar mengikuti upacara di Aceh Besar. Aentenews Foto/Ampelsa

Aceh Jaya (Aentenews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak dengan melibatkan aktif peran oran tua, melalui program strategis Gerakkan Ayam Mengambil Rapor anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

“Gerakan GEMAR dan GAMAS melibat orang tua, khususnya Ayah dalam momen-momen penting pendidikan anak memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan psikologis dan pembentukan karakter anak,” kata Bupati Aceh Jaya, Safwandi,  Kamis (18/6/2026). 

 Sebagai bentuk komitmen tersebut, Bupati Aceh Jaya, Safwandi, secara resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.13.1/11/2026 yang mengimbau keterlibatan aktif para orang tua, khususnya ayah atau wali ayah, dalam mendampingi pendidikan anak melalui dua program strategis, (GEMAR) dan (GAMAS).

Dikatakannya, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2026. Selain itu, gerakan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terhadap program prioritas (Quick Wins) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Bupati Aceh Jaya, Safwandi, menegaskan bahwa kehadiran ayah dalam momen-momen penting pendidikan anak memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan psikologis dan pembentukan karakter anak.

“Keterlibatan aktif ayah atau wali ayah dalam momen-momen penting persekolahan bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kehadiran keluarga dalam ekosistem pendidikan. Ini memberikan dukungan emosional yang sangat berarti bagi rasa percaya diri dan tumbuh kembang anak-anak kita,” ujar Safwandi.

Untuk memastikan implementasi gerakan tersebut berjalan optimal, Surat Edaran Bupati Aceh Jaya memuat sejumlah arahan kepada berbagai pihak.

Pertama, para ayah atau wali ayah diimbau meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan GEMAR dan GAMAS sebagai bentuk komitmen moral dan emosional terhadap pendidikan serta masa depan anak.

Kedua, seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) diminta memberikan fleksibilitas waktu atau dispensasi jam kerja kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non-ASN, khususnya yang berstatus ayah atau wali ayah dan memiliki anak usia sekolah, dapat mengikuti kegiatan tersebut tanpa terkendala tugas kedinasan.

Ketiga, para kepala satuan pendidikan dan sekolah diharapkan menyambut kehadiran para orang tua atau wali murid dengan terbuka serta menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat kemitraan, komunikasi, dan sinergi antara sekolah dengan keluarga.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Aceh Jaya yang berkarakter, unggul, berdaya saing, serta siap menyongsong masa depan.

Dengan keterlibatan ayah yang lebih aktif, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama keluarga dalam membentuk generasi emas Aceh Jaya yang berkualitas dan bermental juara.

“Gantikan peran Ibu, giliran Ayah mengambil rapor anak ke sekolah dan  mengantar anak hari pertama masuk sekolah,” demikian kata Bupati Safwandi.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button