
Banda Aceh (Aentenesw) – Isteri Gubernur Aceh Marlina Muzakir, sapaan akrab Kak Na, menilai tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang disampaikan secara menyenangkan dalam sebuah lagu, sangat membantu anak-anak menyadari kebiasaan hariannya.
Usai meninjau pelaksanaan MPLS Ramah, di sejumlah sekolah bersama Wakil Bunda PAUD Aceh Mukarramah Fadhlullah pada 17 Juli 2026, Kak Na meyakini dengan promosi berulang yang mereka nyanyikan, maka tujuh kebiasaan itu akan mereka terapkan dalam keseharian.
Tujuh kebiasaan anak hebat yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat serta tidur cukup dan cepat.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan semata-mata sebagai media bagi anak untuk mengenal sekolah, tetapi menjadi sarana penting dalam menumbuhkan semangat agar anak-anak gemar bersekolah.
Kak Na yang juga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, meninjau pelaksanaan MPLS Ramah, di sejumlah sekolah bersama Wakil Bunda PAUD Aceh Mukarramah Fadhlullah.
“MPLS tidak hanya tentang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi sarana penting untuk memantik semangat anak-anak agar gemar ke sekolah, bersosialisasi dan bermain dengan teman-teman baru dan tentu saja hal-hal baru yang tidak ananda kita dapatkan di lingkungan rumah,” ujar Kak Na.
Kepada para guru PAUD, secara khusus Kak Na berpesan agar memastikan proses asesmen para siswa.
“Harus dipastikan anak-anak merasa senang berada di PAUD dengan metode yang tepat baru kita memasukkan program pendidikan karakter yang menyenangkan,” ujar dia.
Kak Na sempat berkunjung serta mengantar anandanya Sultan, ke SD Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School, serta memastikan kegiatan MPLS Ramah di minggu pertama sekolah.
Di masa MPLS berlangsung anak-anak terlihat mengikuti kegiatan pengenalan warga sekolah dan proses asesmen awal masa perkembangan anak di kelas 1 untuk memastikan perkembangan fondasi di awal memasuki tahun ajaran baru.
Selanjutnya, Bunda PAUD Aceh bersama Wakil Bunda PAUD Aceh menuju ke PAUD Al-Azhar Cairo untuk memonitoring pelaksanaan kegiatan MPLS Ramah serta memastikan anak-anak senang ke PAUD.
Di Paud Al-Azhar tadi cukup baik, proses MPLS yang mengimplementasikan kegiatan belajar yang disampaikan dengan permainan edukatif sehingga anak-anak sangat terkesan untuk datang dan bermain di sekolah.
Selain menyenangkan, kegiatan juga dilakukan dengan menggali kemampuan anak dalam mengasesmen perkembangan dari segala aspek fondasi anak usia dini, kata Kak Na.
Selain itu, Bunda PAUD Aceh juga sempat menghadiri kelas orang tua. Dalam forum Wali Murid, ia memperkenalkan lingkungan sekolah dan warga sekolah serta program yang dilaksanakan di PAUD Permata Hati.
Di setiap sekolah yang dikunjungi, Kak Na dan Wakil Ketua Bunda PAUD Aceh turut berbaur bersama anak-anak saat mereka bernyanyi, menari serta menggambar dan beberapa kegiatan keterampilan yang menjadi bagian dari pelatihan motorik para siswa PAUD.//Redaksi.




