Aceh TimurKesehatan

Kemenkes dukung anggaran pemulihan Rumah Sakit  Aceh Timur

Foto Dok Pemkab Aceh Timur.

Jakarta (Aentenews) – Kementerian Kesehatan memberikan dukungan anggaran untuk pemulihan dua rumah sakit yang terdampak bencana alam banjir di kabupaten Aceh Timur dengan total senilai 46,7 miliar tahun 2026/2027.

Dua Rumah Sakit yang mendapat dukungan anggaran pemuliahn di Aceh Timur itu,  RSUD dr. Zubir Mahmud mendapatkan bantuan alat kesehatan program dukungan layanan KJSU – KIA senilai 32,7 M, yg akan disalurkan di Tahun 2026 dan 2027.

Sementara RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak memperoleh alokasi dana hibah Rp14 miliar . Anggaran tersebut diperuntukkan bagi penggantian dan pengadaan alat kesehatan yang mengalami kerusakan akibat banjir November 2025.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Kamis (20/8/2026), menyatakan dukungan anggaran pemulihan rumah sakit itu setelah dirinya melakukan pertemuan  dengan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbowo di ruang rapat Gedung Adhyatma  Kemenkes RI, Jakarta.

Audiensi tersebut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan, di antaranya Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Azhar Jaya, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan (PKR) Ghotama Airlangga, Direktorat Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Ika Trisia serta Direktorat Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer (Fasmut PKP) Roy Himawan.

“Pertemuan itu sebelumnya dijadwalkan bersama Menteri Kesehatan RI. Namun, agenda kemudian dilanjutkan bersama Wamenkes karena Menteri Kesehatan sedang melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk penanganan bencana gempa bum,” Bupati Aceh Timur, Al Farlaky.

Dalam pertemuan tersebut, Al-Farlaky memaparkan kondisi sejumlah fasilitas kesehatan di Aceh Timur yang terdampak bencana hidrometeorologi. Ia juga menyerahkan proposal rekapitulasi kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan kepada Kementerian Kesehatan RI.

“Tujuan utama usulan ini adalah memulihkan pelayanan kesehatan pascabencana, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat terdampak, serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Aceh Timur,” kata Al-Farlaky.

Tak hanya rumah sakit, Kemenkes juga akan memetakan dukungan anggaran tambahan untuk penanganan, revitalisasi dan rehabilitasi sejumlah Puskesmas yang terdampak bencana.

Selain membawa usulan pemulihan fasilitas kesehatan, Al-Farlaky juga meminta dukungan pembangunan laboratorium kesehatan di Aceh Timur.Usulan tersebut disetujui Wamenkes untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Al-Farlaky, kebutuhan laboratorium kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Aceh Timur, khususnya dalam mendukung pemeriksaan dan pelayanan medis.

Al-Farlaky mengatakan, pemulihan fasilitas kesehatan bukan semata soal memperbaiki bangunan atau mengganti alat kesehatan yang rusak. Lebih dari itu, kata dia, pemulihan harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, layak dan berkualitas.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button