Aceh BesarKesehatan

Intervesi stunting, 3,7 ton ikan segar untuk warga Aceh Besar 

Bantuan ikan segar cegar stunting. Foto MDC Aceh Besar.

Kota Jantho (Aentenews)  – Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan  menyerahkan sebanyak 3,7 ton ikan segar kepada  masyarakat di Mukim Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, provinsi Aceh, Rabu (19/8/2026). 

Bantuan ikan segar beku sebanyak 3,7 ton itu merupakan program pemerintah sebagai gerakan intervensi stunting dan peningkatan gizi masyarakat dalam upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas Aceh (GEA).

Bantuan ikan tersebut disalurkan ke setiap gampong (desa)  dalam wilayah Kemukiman Lamlhom. Yang diterima langsung Sekretaris Mukim Lamlhom, Zulfikar yang kemudian dibagikan kepada masyarakat di sejumlah desa. 

Sekretaris Mukim Lamlhom, ZulfikaZulfikar, Rabu (19/9/2026)  mengapresiasi perhatian Pemerintah Aceh yang telah menyalurkan bantuan ikan segar kepada masyarakat di wilayahnya. Semoga ini bermanfaat dan diharapkan bukan yang pertama dan bukan juga yang terakhir.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ikan ini. Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan protein dan meningkatkan gizi keluarga,” ujar Zulfikar.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran oleh masyarakat di masing-masing gampong, atau desa  khususnya untuk keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Sementara itu, Camat Lhoknga Zayadinur, menyambut baik program DKP Aceh yang memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi masyarakat melalui konsumsi ikan. berharap program serupa dapat dilanjutkan pada 2027 dengan jangkauan penerima yang lebih luas.

“Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik untuk pertumbuhan dan kesehatan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan turut mendukung upaya pencegahan stunting,” katanya.

“Kami berharap pada tahun 2027 program ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya. Masih ada kemukiman-kemukiman lainnya yang juga membutuhkan perhatian kita bersama, sehingga manfaat program ini bisa dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DKP Aceh, kecamatan, mukim dan pemerintah gampong menjadi penting dalam memastikan program pemenuhan gizi masyarakat berjalan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button