AcehPendidikan

Dekan: Hadapi perkembangan AI tidak cukup hanya kuasai teknologi

Banda Aceh (Aentenews) – Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Safrul Muluk PhD mberpendapat kemampuan menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga tidak cukup hanya dengan menguasai teknologi.

Sebab  kemampuan manusia, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual tetap menjadi bagian penting, terutama bagi lulusan yang akan terjun ke dunia pendidikan, katanya di Banda Aceh, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Safrul meyudisium 509 lulusan program sarjana (S-1) pada Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 408 diantaranya menyelesaikan pendidikan sarjana dalam delapan semester. Sebanyak 284 lulusan lainnya meraih predikat cumlaude.

“Jadilah teladan di mana pun kalian berada. Jaga nama baik almamater, tetaplah berakhlak mulia, dan jangan pernah tinggalkan salat,” pesan Safrul kepada para lulusan.

Sebagai calon pendidik, kata Safrul, para lulusan dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan peran penting sebagai pembimbing sekaligus teladan bagi peserta didik.

Sementara itu, Wakil Dekan I FTK UIN Ar-Raniry, Prof Dr Ismail Muhammad MAg mengatakan 509 lulusan tersebut berasal dari 13 program studi, terdiri atas 114 laki-laki dan 395 perempuan.

Program Studi Pendidikan Agama Islam menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 98 mahasiswa. Disusul Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 87 mahasiswa dan Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 77 mahasiswa.

Sebanyak 191 lulusan juga menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk artikel ilmiah. Hingga kini, FTK UIN Ar-Raniry telah menghasilkan sekitar 26.858 lulusan selama 63 tahun berdiri.

Dalam kesempatan tersebut, orasi ilmiah disampaikan Senior Lecturer Flinders University, Australia, Dr Zamzami Zainuddin MA dengan tema “Belajar Beradaptasi dan Berkarier di Era Digital dan AI.

Zamzami menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan teknologi digital dan AI. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk membangun karir.

Bagi lulusan bidang pendidikan, kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Guru masa depan tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memahami teknologi dan menggunakannya untuk mendukung proses pembelajaran secara kreatif, efektif, dan bertanggung jawab. //Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button