AcehEkonomi

Pengusaha Aceh dukung upaya Mualem gaet investor Timteng

Banda Aceh (Aentenews) – Pengusaha mendukung upaya Gubernur Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem, menggaet investor asing, terutama dari Timur Tengah untuk menanamkan investasinya di berbagai sektor di provinsi ini.

“Apa yang dilakukan Mualem harus kita dukung, mengingat Aceh masih banyak potensi investasi yang belum tergarap optimal. Tentunya, investor asing nantinya agar mengandeng pengusaha lokal,” kata seorang pengusaha Aceh, M Marshaputra di Banda Aceh, Ahad.

Pengusaha yang bergelut bidang properti itu menilai keseriusan gubernur Mualem mendatangi dan mendekati calon investor, misal dari Arab Saudi, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab tersebut diharapkan dapat berbuah hasil.

“Mualem tentunya telah meyakini pengusaha Timur Tengah agar berinvestasi di Aceh, misal terkait Pemerintah Aceh akan memberikan kenyamanan, regulasi yang pasti dan mudah untuk investor berinvestasi di Aceh,” kata Marshaputra atau akrab disapa Memet.

Ketika ditanya soal regulasi yang harus di urus ke pusat, Memet menilai itu soal bagaimana Mualem melakukan lobi dan pendekatan dengan Pemerintah Pusat.

“Aceh memang daerah khusus, tapi hubungan emosional yang kuat antara Mualem dengan Presiden Prabowo Subianto tentu akan memudahkan untuk urusan administrasi regulasinya,” kata dia menambahkan.

Sebagai contoh, ia menjelaskan belum lama ini, Mualem juga telah berkunjung ke Provinsi Henan, Tiongkok. Di sana, gubernur mempelajari sistem peternakan modern ayam petelur dan itu juga memungkinkan diadopsi untuk dikembangkan di Aceh.

Di Timur Tengah, Memet menjelaskan, Gubernur Aceh juga dikabarkan telah membahas untuk membuka maskapai “Aceh Airlines” yang akan bekerja sama dengan pengusaha Arab Saudi.

“Jika nanti ‘Aceh Airlines’ benar-benar terwujud, dan dibuka penerbangan langsung rute Timur Tengah-Aceh, dipastikan wisatawan negara-negara Arab ke masuk Aceh. Kemudian potensi perikanan, peternakan, perkebunan dan pertanian Aceh akan melirik pasar ekspor ke sana,” kata Memet menjelaskan.

Oleh karena itu, sebagai pengusaha lokal tentunya berharap keseriusan Pemerintah Aceh agar peluang tersebut dapat diraih.

“Artinya, jangan gubernur sudah melobi, namun terganjal dengan berbagai aturan dan urusan birokrasi yang panjang dan berbelit-belit, sehingga Aceh terus terbelakang karena sektor swastanya kurang bergerak, terkadang itulah yang kami alami sebagai pengusaha lokal,” kata Memet menambahkan.

Redaksi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button