Ekonomi

BI Aceh sebut IRT berperan jaga stabilitas harga pangan

Banda Aceh (Aentenews) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menekankan pentingnya peran ibu rumah tangga (IRT) dalam menjaga stabilitas harga, khususnya bahan pangan yang menjadi menjadi komponen utama inflasi, kata Kepala Tim Perumusan Kebijakan Kantor Perwakilan BI Aceh, Hendy Hadian.

“Peran utama ada di ibu-ibu (IRT–red) sekalian, terutama terkait inflasi bahan pangan yang berada di dapur setiap rumah. Ibu-ibu sebagai konsumen yang membeli bahan pangan di pasar, terutama cabai, yang saat harganya naik bisa mempengaruhi inflasi,” ujar Hendy.

BI Aceh menggelar cooking class bertajuk “Dapur Cerdas Inflasi” di Banda Aceh, Kamis (20/11). Kegiatan itu diikuti ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Syiah Kuala (USK).

Inflasi Aceh saat ini menempati posisi ketiga tertinggi di Indonesia setelah Sumatera Utara dan Riau, dengan angka 3,6 persen, sedikit di atas target nasional 3,5 persen. Berbagai upaya telah dilakukan BI Aceh untuk menstabilkan harga pangan, termasuk memfasilitasi petani cabai dan bawang, serta mendatangkan cabai dari daerah lain saat harga sempat melonjak hingga Rp90.000 per kilogram, dan kini turun menjadi Rp40.000–50.000 per kilogram.

“Untuk itu, ibu-ibu jangan memborong bahan pangan. Belanja dengan bijak, dan di dapur masak dengan cerdas agar inflasi Aceh lebih terjaga. Kedepan, mari sama-sama kita jaga inflasi. BI juga terus menjaga pasokan bahan pangan di Aceh,” tambah Hendy.

Dalam cooking class tersebut, Chef Surya Firdaus, MasterChef Indonesia asal Aceh membagikan tips memasak praktis, hemat bahan, dan tetap lezat.

Sementara itu, Ketua DWP USK, Eti Indarti Marwan, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami dari DWP senang bisa mempelajari cooking class, terutama untuk mencegah inflasi. Tentu kita memasak yang enak supaya keluarga di rumah merasa nyaman dan tetap makan makanan rumah,” kata Eti.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

“Dengan begitu, kita semua tahu metode menghadapi inflasi. Banyak trik yang diajarkan nantinya yang bisa kita implementasikan di rumah, sehingga kita bisa bijak dan cerdas di dapur. Terima kasih kepada BI telah mengajak kami berpartisipasi,” tutup Eti. 

Pantauan media di lokasi, peserta antusias menyimak penjelasan Chef Surya. Berbagai trik memasak hemat bahan pun dicoba langsung, salah satunya memasak tumis ikan tuna tanpa cabai segar, melainkan menggunakan cabai bubuk sebagai alternatif.

Hal ini membuat peserta tersenyum kagum sekaligus termotivasi untuk mengaplikasikan tips tersebut di dapur masing-masing. Kegiatan ini menjadi momen edukatif sekaligus menyenangkan, membuktikan bahwa menjaga inflasi tidak hanya urusan ekonomi, tetapi bisa dimulai dari dapur rumah tangga.// Alfonso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button