Aceh

Huntara Danantara Indonensia siap ditempati di Pidie Jaya

Pidie Jaya (Aentenews) – Badan Pengelola Investasi Danantara Indoneisa menyelesaikan sebanyak 161 unit huntara dari total yang direncakan dibangun sebanyak 400 unit untuk warga yang terdampak bencana banjir di kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

“Jumlah yang telah selesai dibangun dan akan ditempat untuk warga terdampak bencana sebanyak 162 unit, kata Koordinator pembangunan Rumah Hunian Sementara Danantara di Pidie Jaya, Yusril Amri, Jumat (16/1/2025).

Yusri Amri mengatakan, saat ini Huntara memasuki tahap pengisian fasilitas seperti tempat tidur, lemari serta kelengkapan fasilitas wifi gratis dan listrik. Huntara juga dilengkapi fasilitas taman bermain dan lapangan futsal mini.

Pembangunan Huntara tahap pertama sebanyak 162 unit itu yang penyelesaiannya membutuhkan waktu 10 hari , nantinya akan diserahkan ke pada Pemerintah Pidie Jaya dan selanjutkan akan ditempati pengungsi korban bencana .

Sebelumnya, Wakil Ketua BP BUMN, Tedi Bharata, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Huntara merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden dan Ketua Satuan Tugas (Satgas), dengan fokus pada pemanfaatan data agar bantuan tepat sasaran.

“Secara keseluruhan, ada sekitar 1.400 unit Huntara yang saat ini terus berjalan pembangunannya,” ujarnya.

Tedi mengakui, dalam pelaksanaan di lapangan terdapat sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan waktu, dinamika data, hingga faktor cuaca yang sulit diprediksi.

Salah satu lokasi bahkan terpaksa dipindahkan karena kondisi tanah yang jenuh air dan rawan tergenang saat hujan.

Namun demikian, ia menilai kehadiran Satgas sangat membantu dalam memperlancar koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Komunikasi dengan para bupati dapat dilakukan dengan cepat sehingga kendala di lapangan bisa segera diatasi,” katanya.

Dari sisi material, Danantara memaksimalkan penggunaan bahan bangunan lokal, seperti pasir dan kerikil, serta memberdayakan tenaga kerja setempat.

Meski begitu, sebagian material tetap didatangkan dari luar daerah untuk mempercepat pembangunan.

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan rumah hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.

Penanganan sektor permukiman difokuskan pada 49.296 rumah kategori rusak berat dengan target pembangunan 27.575 unit hunian sementara (huntara). Hingga saat ini, sebanyak 4.280 unit huntara telah memasuki tahap pengerjaan fisik. Di Provinsi Aceh, dukungan berbagai pihak telah menghasilkan serah terima 200 unit hunian kepada warga terdampak di sejumlah lokasi prioritas.
Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button