Aceh TamiangEkonomiTak Berkategori

Realisasi pembangunan huntara di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang (Aentenews) – Bupati Aceh Tamiang menyatakan realisasi pembangunan hunian sementara (huntara) di daerahnya yang terdampak bencana banjir bandang terus berjalan dan hingga saat ini sudah mencapai 940 unit dan sudah ditempati pengungsi.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi saat kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan (BNPB), Letjen TNI Suharyanto di Aceh Tamiang, Rabu (25/2/2026). 

Kepala BNPB Suharyanto melakukan kunjungan kerja di Aceh Tamiang untuk meninjau progres huntara sebelum melanjutkan rapat dengan Forkopimda melalui zoom meeting di posko Bencana Kantor Bupati Aceh.  

Bupati Aceh Tamiang merinci, adapun huntara yang dibangun oleh Danantara sebanyak 600 unit di Kampung Simpang Empat, huntara Kementerian PU 240 unit di Bundar, huntara Dompet Dhuafa 10 unit di Kampung Dalam, huntara Global Peace Convoy Indonesia (kumpulan sejumlah organisasi kemanusiaan nasional) sebanyak 35 unit dan Huntara Persatuan Islam (Persis) 55 unit.

Total huntara yang masih dalam progres pembangunan, sambung bupati, berjumlah 3.081 unit, yani Huntara BNPB terpusat 1.233 unit, huntara BNPB in-situ 614 unit, huntara Kementerian PU, 819 unit tersebar di empat titik lokasi, huntara Dompet Dhuafa 117 unit, huntara Baznas 30 unit, huntara Overlanding Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan 165 unit, huntara Merci 125 unit, huntara Relief Box10 unit dan huntara GPCI 65 unit.

“Sejauh ini total kebutuhan huntara di Aceh Tamiang sebanyak  8.190 unit. Kami minta dan berharap agar huntara dapat dipercepat penyelesaiannya,” katanya.

Bupati menambahkan, sampai dengan hari ini total sebanyak 2.111 kepala keluarga penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai pengganti uang sewa karena mereka tidak menempati huntara dengan rincian DTH tahap 1 sebanyak 270 KK, DTH tahap 2 sebanyak 314 KK dan DTH tahap3 sejumlah 1.527 KK. 

“DTH tahap 1 sudah dilakukan pencairan. Mereka menerima Rp 600 ribu per KK per bulan sampai menerima hunian tetap. Sementara tahap 2 dan tahap 3 sedang dalam proses verifikasi dan validasi penerima,” ujarnya.

Selain itu, bantuan bersumber dari Kementerian Sosial juga telah  disalurkan,  yakni santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia bencana hidrometeorologi masing-masing sebesar Rp 15 juta kepada 114 ahli waris. Santunan bagi korban luka berat saat ini masih berproses validasi data di tingkat kabupaten. 

Sedangkan bantuan lain dari Kementerian Sosial yang sudah diajukan, Armia menyampaikan bantuan stimulan bagi kepala keluarga dengan kriteria rumah rusak berat sebanyak 1.286 unit bersumber dari data bersih bagian pertama dan hasil verifikasi, validasi lapangan SK BNBA Tahap I. 

Bantuan yang diusulkan berupa stimulan ekonomi sebesar Rp 5 juta per KK, bantuan pengganti perabotan rusak sebesar Rp 3 juta per KK. Bantuan ini masih belum terealisasi.

“Mohon bantuan bapak Mendagri agar progres pembangunan huntara, huntap serta bantuan stimulan bagi warga kami bisa lebih cepat. Sesuai target kita lebaran nanti tidak boleh ada warga yang masih tinggal di tenda darurat,” tuturnya.

Terakhir, sambung Armia, ada 1.286 KK yang sudah diusulkan menerima bantuan jatah hidup dan biaya ganti perabotan. Nantinya jadup ini disediakan sesuai dengan jumlah jiwa dalam masing-masing keluarga, yakni sebesar Rp 450 ribu per orang per bulan.

“Kemudian, 588 KK yang menghuni huntara Danantara di Kampung Simpang Empat ini, sudah diusulkan sebagai penerima bantuan stimulan ekonomi dari Kemensos sebesar Rp 5 juta per KK,” imbuhnya.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button