Banda Aceh (Aentenewes) – Pascagempa Magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026), dilaporkan sebanyak 342 unit infrastruktur bangunan rumah warga , rumah Ibadah, fasilitas umum, kantor perintah dan fasilitas umum lainnya mengalami rusak berat, sedang dan ringan.
Dari total sebanyak 342 unit kerusakan bangunan di dua provinsi tersebut, jumlah kerusakan terbanyak terjadi di provinsi Maluku Utara mencapai 314 unit dan Sulawesi Utara sebanyak 28 unit.
Angka keruskan pasca gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara itu merupakan data update sementara hingga Kamis (2/4/206) yang dihimpun dari laporan masing masing pemerintah daerah oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) .
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, Selain kerusakan rumah dan fasilitas lainnya juga dilaporkan rautsan warga terdampak dan mengungsi.
Adapun rincian daerah terdampak gempa, di Maluku Utara, tercatat 134 KK terdampak di Kota Ternate, 7 KK di Halmahera Tengah, 5 KK di Halmahera Barat, dan 2 KK di Halmahera Selatan. Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan serta satu korban meninggal di Kota Manado.
Kaji cepat sementara mencatat, di Provinsi Sulawesi Utara terdapat 1 unit hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak di Kota Manado. Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, 1 kantor pemerintahan, 2 fasilitas ibadah, dan 1 akses jalan terdampak.
Lebih lanjut, di Provinsi Maluku Utara dilaporkan di Kota Ternate terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta 6 fasilitas ibadah terdampak. Di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, 5 fasilitas ibadah, dan 1 fasilitas umum terdampak.
Di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat 2 rumah rusak sedang dan 1 fasilitas pendidikan serta 1 jembatan terdampak. Di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 2 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak sedang. Sementara di Kabupaten Halmahera Barat terdapat 5 rumah rusak ringan. BPBD setempat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan pascagempa utama dan potensi bencana hidrometeorologi basah.
Aentenews by Farid Ismullah.




