AcehEkonomi

Rumah kontruksi tahan gempa, Islamic Relief sebut untuk warga kurang mampu 

Seorang warga kurang mampu, calon peneriman manfaat bantuan hunian layak saat berada di halaman rumahnya kota Lhokseumawe, Aceh. Foto Humas BKKBN.

Lhokseumawe (Aentenews) – Islamic Relief dan Baitulmal  melalui program kolaborasi kemanusian membangun total sebanyak 70 unit rumah bantuan untuk masyarakat kurang mapu dan keluarga berisiko stunting di kota Lhokseumawe, provinsi Aceh.

“Dari total 70 unit itu, sebanyak 50 unit telah selesai dibangun dan ditempati warga kurang mampu,” kata Koordinator Area Islamic Relief Aceh, Yusrizal saat peninjauan di lokasi bersama Sekretaris Tim Pengendali GENTING BKKBN Provinsi Aceh, Jopi D Saputra di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (21/5/2026).

Selain untuk warga kurang mampu, pembangunan rumah bantuan  Islamic Relief dan Baitulmal  juga diberikan kepada keluarga berisiko stunting yang tersebar di sejumlah desa dalam tiga kecamatan, yakni kecamatan Blang Mangat, Muara Satu dan Muara Dua.

Koordinator Area Islamic Relief Aceh, Yusrizal, menyampaikan bahwa Islamic Relief akan terus berupaya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan melalui dukungan para donatur dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Kami terus berkomitmen mewujudkan kebutuhan rumah bagi masyarakat kurang mampu melalui dukungan para donatur dan sinergi bersama pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” kata Yusrizal.

Upaya percepatan penanganan stunting melalui penyediaan hunian layak terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. BKKBN Aceh bersama Islamic Relief melakukan peninjauan langsung pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu dan keluarga berisiko stunting di daerah tersebut.

Rumah bantuan tipe 36 plus tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Islamic Relief dan Baitulmal setempat. Saat ini pembangunan tahap II juga tengah berlangsung dengan tambahan sebanyak 20 unit rumah, sehingga total rumah bantuan yang dibangun untuk masyarakat miskin nantinya mencapai 70 unit.

Sementara kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim yang diwakili oleh Sekretaris Tim Pengendali GENTING Provinsi Aceh, Jopi D Saputra, menyampaikan apresiasi dan Terima kasih kepada Islamic Relief dan Baitulmal Lhokseumawe atas bahwa penyediaan rumah layak huni yang menjadi salah satu langkah penting mendukung upaya pencegahan stunting.

Warga kurang mampu, bersama perwakilan Islamic Relief , Baitumal dan BKKBN Aceh berfoto saat meninjau rumah baru layak huni di kota Lhokseumawe, Aceh. Foto Humas BKKBN

“Pembangunan rumah ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian pemerintah, NGO, serta komunitas dalam mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Pemenuhan kebutuhan dasar berupa rumah yang layak dan sehat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Jopi.

Salah satunya keluarga penerima manfaat,  Suryanti, mengaku sangat bersyukur atas bantuan rumah layak huni yang diterimanya.

“Kami sangat senang dan bahagia atas bantuan rumah ini. Dulu kami tinggal dengan kondisi yang sangat terbatas, sekarang saya bersama keluarga tinggal di rumah bantuan yang lebih nyaman dan sehat, ‘ungkap Suryanti. 

Rumah bantuan berwarna putih dengan desain tahan gempa menjadi salah satu ciri khas pembangunan yang dilakukan Islamic Relief sebagai upaya menghadirkan hunian yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button