Aceh Besar

Pencarian H-2 pendaki hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR libatkan K-9 

Banda Aceh (Aentenews) – Operasi SAR pada hari ke-dua  (H-2) pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Seulawahah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh,  Rabu (3/6/2026) melibatkan tiga Tim dan salah satunya Tim K-9 Basarnas Aceh. 

“Dari tiga tim yang sudah dibentuk dalam operasi pencarian pendaki yang hilang itu, terdapat satu regu melibatkan anjing pelacak (K-9)  sebagai pendukung dalam operasi SAR, kata Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, di Banda Aceh.

Menurut Al Hussain, pencarian mulai pukul 08.00 WIB dengan mengerahkan  Tim SAR Gabungan terbagi dalam 3 tim. Tim 1 bergerak menuju puncak Gunung Seulawah dan melakukan pencarian dengan bantuan drone, dan Tim 2 melakukan pencarian ke arah timur menuju kawasan Lamteuba dengan dukungan anjing pelacak (K9).

Sementara Tim 3 melaksanakan pencarian tipe 1 ke arah selatan pada area yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Sebelum melanjutkan operasi pencarian, Tim SAR gabungan sempat bermalam di lokasi yang sudah ditentukan untuk melakukan persiapan yang lebih matang dan persiapan koordinasi lapangan.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menyatakan Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Banda Aceh, Polsek ,Koramil, BKSDA Gunung Seulawah dan masyarakat  sudah bergerak ke lokasi  untuk melakukan pencarian orang hilang tersebut.

Setelah melakukan pemetaan wilayah dan persiapan, Tim SAR  menuju lokasi kejadian dengan dilengkapi peralatan, 1 Unit Rescue Truk, 1 Unit Drone Thermal, GPS, Pal Komunikasi, Pal Gunung / Hutan dan  ⁠K-9 Basarnas Banda Aceh.

Sebelumnya dilaporkan, seorang pendaki,  Faiz Hidayat dilaporkan hilang dan terpisah dari rombongannya saat melakukan pendakian  di Gunung Seulawah pada Minggu (31/5/2026).

Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan melibatkan anjing pelacak (K-9) di Gunung Seulawah, Aceh Besar, Rabu (3/6/2026). Foto Dok TIM Basarnas.

Saat rombongan bersiap meninggalkan puncak, rekan-rekan korban baru menyadari bahwa korban tidak lagi berada di lokasi. Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, namun hingga keesokan harinya keberadaan korban masih belum diketahui.

Gunung Seulawah merupakan tipe  stratovolkano   aktif dan memiliki ketinggian 1.810 mdpl  sebagai penyangga ekosistem penting karena hutannya yang lebat . Pendakian dari desa Saree menuju puncak biasanya memakan waktu sekitar delapan jam melewati beberapa pos dan vegetasi hutan lebat.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button