Mensos Open House bersama calon siswa Sekolah Rakyat Aceh Besar

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan arahan kepada orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat saat Open House Sekolah Rakyat di Sentra Darussaadah, kabupaten Aceh besar, Aceh, Senin (8/6/2026). Aentenews Foto/Ampelsa.
Aceh Besar (Aentenews) – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menghadiri kegiatan Open House yang berlangsung dalam suasana haru bersama orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat di Sentra Darussaadah, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Senin (8/6/2026).
“ Kita bisa melakukan open house beserta seluruh keluarga besar sekolah rakyat dan calon-calon siswa dan orang tua siswa di Aceh Besar ini yang kita harapkan tentu pembelajarannya bisa berjalan lebih baik ke depan,” kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Calon siswa yang berasal dari keluarga dari berbagai latar belakang sosial menjadi perhatian pemerintah agar mereka mendapat pendidikan yang layak . Selama 10 bulan menjalani proses pendidikan di Sekolah Rakyat telah banyak kemajuan yang dicapai siswa dan selain perubahan mental yang berakhlak dan terjaga prilakukanya.
“Saya menyaksikan beberapa siswa yang tampil di panggung pada kegiatan Open House memperlihatkan kemampuan dalam menguasai Bahasa Inggris, Bahasa China atau dan Bahasa Arab serta Bahasa Jerman. Ini prestasi yang luar biasa yang saya saksikan di Aceh,” kata Saifullah pada Open House yang turut didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah dan Bupati Aceh Besar, Muharram Idris.
Salah seorang siswa Sekolah Rakyat , Fadhil yang diminta menaiki panggung didampingi orangtuanya mendapat kesempatan berdialog dengan Menteri Sosial. Fadhil dari keluarga kurang mampu menceritakan di Sekolah Rakyat tidak hanya mendapat pendidikan dan juga belajar displin waktu.
Ketika Menteri Saifullah Yusuf menanyakan apa saja yang dirasakan Fadhil selama bersekolah asrama. Fadhil lama terdiam dan tak menjawab. “ Saya senang bahagia karena tidak semua bisa masuk di SR (hanya orang miskin) , kata Fadhil dengan nada haru sambil berpaling melihat ibunya yang turut berdiri di sampingnya.
Selanjutnya, Mensos Saifullah menyampiakan, pada tahun ajaran baru 2026, pemeritah pusat bersama pemerintah daerah di Aceh telah mendatangi 400 keluarga yang sudah memenuhi kriteria. Calon siswa dari keluarga tersebut akan mengikuti proses lebih lanjut dan kemudian ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Seecara umum, katanya, pembelajaran sekolah rakyat di berbagai kabupaten kota di 166 titik telah berjalan dengan baik meskipun pada awal-awal menemukan tantangan dan dinamika semuanya itu bisa diatasi dengan baik.
“Sesuai arahan Presiden, tahun ini kita akan tingkatkan alokasi penerimaan siswa baru dari 15 ribu sebelumnya menjadi 36 ribu lebih. Tahun depan insya Allah siswa sekolah rakyat seluruh Indonesia sudah mencapai lebih dari 100 ribu,” ujarnya.
Pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan tata Kelola Sekolah Rakyat, agar lulusan-lulusan sekolah rakyat nanti sesuai dengan harapan menjadi lulusan yang pintar, berkarakter, dan terampil.
Terkait pembangunan Gedung Sekolah Rakyat, Menteri menyatakan jumlahnya, sudah ada beberapa pembangunan gedung permanen dan kalau tidak salah ada lima unit. Lima gedung permanen sekolah rakyat salah satunya milik provinsi. “Ini yang saya juga beri catatan bahwa di tempat lain kabupaten kota punya gedung, provinsinya belum punya.
“Ada yang provinsinya punya, kabupaten kotanya belum punya. Seperti Bali itu. Tapi di Aceh kabupaten kotanya punya sebagian ya, tapi provinsinya juga sudah punya.
Ini adalah hal yang saya syukuri di Provinsi Aceh,” ucapatnya.
Soal pembelajaran bahasa asing di sekolah rakyat, pemerintah akan menyediakan dan akan didampingi oleh para gurunya. Begitu juga pembelajaran bahasa Arab di beberapa SR yang memang memiliki guru khusus. Tapi, di beberapa tempat lain akan menyesuaikan dengan minat bakat setiap siswa.
“Berdasar data menunjukkan terdapat sekitar 4 juta anak yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” Demikian kata Mensos Saifullah Yusuf.
Aentenews by Ampelsa.




