EkonomiGayo Lues

Dirjen Perumdes KPKP  kunjungi Gayo Lues, tanyakan apa saja kendala pemulihan pascabencana

Gayo Lues (Aentenews) – Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Imran melakukan kunjungan kerja di  Kabupaten Gayo Lues, provinsi Aceh untuk memastikan kendala rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana hidrometeorologi.

Dalam kunjungannya di Gayo Lues , Kamis (14/05/2026), Dirjen Perumdes melakukan pertemuan dengan Bupati Gayo Lues, Suhaidi untuk mendapatkan infrormasi langsung terkait pemulihan dan kedala di lapangan dalam percepatan rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana alam banjir.

Dirjen Perumdes Imran yang mengaku mendapat arahan  dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang juga sebagai ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi RI, untuk melakukan keliling daerah terdampak bencana dan salah satu ke kabupaten Gayo Lues.

“Mendagri meminta saya untuk secepatnya ke Aceh, khususnya untuk keliling daerah yang terdampak bencana, guna mengetahui apa saja kendala daerah sehingga pemulihan pasca bencana berjalan lama,,” ujar Imran dalam pertemuan dengan Bupati Gayo Lues yang juga turut dihadiri jajaran pemerintah Gayo Lues. 

Sesuai dengan arahan Mendagri, kata Imran, terdapat  beberapa hal yang harus ditindaklanjuti di antaranya, koordinasi dengan pemda terkait percepatan pendataan infrastruktur, normalisasi sungai, hunian masyarakat seperti huntara dan huntap serta anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang sudah di kembalikan.

“Sampai saat ini, penyerapan TKD di Aceh termasuk lambat, Mendagri meminta anggaran yang dikembalikan itu di perioritaskan untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi. Jika pemda menemukan kendala, maka segera sampaikan ke pihak kementerian agar didukung sehingga rehab-rekon  berjalan lancar.

Ia juga membahas terkait perbaikan cetak sawah masyarakat yang terkena imbas dari bencana alam yang terjadi. Ia meminta penjelasan dari pemerintah daerah sejauh mana sudah dilakukan cetak sawah, khususnya di Gayo Lues.

Selain itu, Mendagri juga meminta posko bencana tetap aktif guna mempermudah komunikasi Pemerintah Pusat dengan daerah, juga mempermudah pemenuhan data yang akan diminta karena satu pintu.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gayo Lues, Suhaidi mengatakan, Gayo Lues saat ini sedang bergerak menuju pemulihan dan terus berproses hingga kondisi Gayo Lues  segera kembali normal. 

Khusus untuk hunian sementara (Huntara) , kata Bupati, pembangunannya sudah mencapai 98 persen. Namun, kata Bupati Suhaidi masih terdapat tekendala belum tersedia fasilitas penerangan (listrik) dan kurangnya air bersih.  

Terkait hunian tetap (Huntap), terdapat sebanyak 20 desa yang berada di zona merah akan di relokasi ke tempat yang lebih aman. 

Bupati Suhaidi menyatakan selama ini penanganan yang dilakukan Pemerintah Pusat tidak pernah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, sehingga pemda tidak mengatahui yang dibangun itu merupakan skala prioritas atau tidak.

“Jika pola kerja seperti ini saya khawatir, anggaran untuk Gayo Lues  habis namun tidak menyelesaikan masalah, terutama masalah-masalah dasar di Gayo Lues dan peningkatan ekonomi,” lanjutnya.

Untuk infrastruktur jembatan gantung di Gayo Lues,  terdapat sebanyak  53 jembatan gantung yang akan dibangun oleh Dandim dan jajarannya yang bersifat permanen maupun darurat. Sementara cetak sawah, hingga saat ini pemda belum melakukan perbaikan sawah yang terdampak bencana karena di takutkan bentrok dengan pihak kementerian pertanian.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button