Transportsi

KRI Marlin-87 operasi pencarian korban kapal tenggelam di perairan Sulawesi Selatan

Jakarta (Aentenews) – TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) mengerahkan KRI Marlin-877 dalam operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi (SAR) penumpang kapal KLM Nurul Salsa 01 yang tenggelam di perairan Laut Flores, sebelah selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7)

KLM Nurul Salsa 01 diketahui bertolak dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, sekitar pukul 05.00 WITA. Pada pukul 09.30 WITA kapal mengalami kerusakan total pada mesin utama. Kondisi memburuk setelah mesin pompa air rusak sehingga tenggelam pada pukul 16.00 WITA.

KRI Marlin-877 tiba di perairan Pulau Polassi pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WITA dan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kapal tenggelam.  

Menurut data sementara , sebanyak 52 korban telah berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan dan KLM Harapan Kita , terdapat satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 51 lainnya selamat. 

Meski demikian, hasil pencocokan sementara daftar penumpang dan awak kapal masih terdapat 16 penumpang  yang belum ditemukan. Proses verifikasi data penumpang masih terus dilakukan bersama instansi terkait, pemerintah daerah, dan keluarga korban.

Saat ini KRI Marlin-877 telah berada di Pelabuhan Laut Jampea untuk berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya sekaligus memastikan kondisi para korban yang telah dievakuasi. Tim juga menyiapkan penyisiran lanjutan dengan cakupan area yang lebih luas, meliputi lokasi awal kerusakan mesin, titik tenggelam kapal, perairan sekitar Pulau Polassi, jalur menuju Pulau Jampea, hingga wilayah yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban berdasarkan arus laut dan kondisi cuaca.

Dankodaeral VI menegaskan TNI AL akan terus melaksanakan pencarian hingga seluruh korban ditemukan. Pihaknya juga membuka koordinasi dengan para nelayan dan kapal-kapal yang melintas dalam pencarian korban 

“Kami juga membuka saluran koordinasi dengan seluruh nelayan dan kapal yang melintas untuk saling bertukar informasi demi keberhasilan operasi ini,” demikian kata Dankodaeral VI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button