Warga Lampung mulai khawatir gangguan kesehatan dampak erupsi Krakatau

Banda Aceh (Aentenews) – Warga Bandar Lampung mengaku mereka mulai mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat debu vulkanik dari erupsi Gunung Api Anak Krakatau di Selat Sunda.
“Debunya tebal dan menutupi permukaan material bangunan, bahkan ada yang masuk ke dalam rumah, kami sekarang terpaksa memakai masker, sebagai antisipasi jangan sampai sesak nafas, ” kata M Tohamaksum, warga Bandar Lampung yang dikonfirmasi Aentenews, Ahad.
Dampak erupsi atau letusan gunung api aktif yang berada antara Pulau Jawa dan Sumatera itu memgakibatkan warga mengurangi aktivitas di luar rumah, ujar Toha.
Bahkan, sejak letusan gunung api Anak Krakatau tersebut, Tohamaksum menyatakan warga yang melaksanakan hajatan kenduri seperti pesta perkawinan dan Maulid Nabi, mengaku sedikit tamu yang datang karena situasi yang kurang baik.
Dedek, warga Srengseng, Kebon Jeruk Jakarta Barat, mengaku debu vulkanik juga menyebar ke grasi depan rumahnya pada Ahad pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
sebelumnya menjelaskan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau itu sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.
BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB. BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifkasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. //Redaksi.




