AcehKomunitas

Wagub bilang pembangunan Aceh ke depan harus berakar dari desa

Banda Aceh (Aentenews) – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhulullah, sapaan akrab Dek Fadh menyebutkan pembangunan provinsi ini ke depan harus berakar dari desa atau gampong, dan salah satu caranya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Koperasi Merah Putih akan berdiri di setiap desa, sehingga, masyarakat akan lebih mudah mengakses kebutuhan seperti pupuk dan LPG. Koperasi juga akan menjadi pemasok utama program MBG, dengan harapan pertumbuhan ekonomi Aceh ada di tingkat gampong, dan kami selalu menyebut, mari bangun gampong untuk menuju provinsi,” katanya di Banda Aceh, Jumat.

Hal itu disampaikan Wagub Fadhlullah saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah Forum Kreatif Perempuan (FKPA) periode 2025–2030.

Ia menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini sudah berjalan di 206 titik dapur, dengan 70 dapur yang telah beroperasi, dan ditargetkan seluruhnya aktif pada akhir tahun 2025.

Dek Fadh juga menegaskan FKPA harus menjadi wadah aktualisasi, kolaborasi, dan pemberdayaan perempuan Aceh dalam berbagai bidang, utamanya seni, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Kartini dilantik sebagai Ketua Umum dan Dra. Muslihah sebagai Sekretaris. Mereka dilantik bersama puluhan pengurus lainnya, termasuk 20 DPD FKPA se-Aceh, oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar.

“Sejak masa lalu, perempuan Aceh adalah kekuatan utama dalam menjaga martabat, budaya, dan peradaban. Kita mengenal Cut Nyak Dhien, Laksamana Malahayati, Pocut Meurah Intan, dan banyak tokoh lainnya. Hari ini, semangat kepemimpinan dan kreativitas itulah yang dihidupkan kembali melalui FKPA,” ujar Fadhlullah.

Menurut Wagub, peran perempuan di Aceh sangat nyata dalam sektor ekonomi. Ia menyinggung data nasional yang menunjukkan 64 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, bahkan di Aceh jumlahnya melebihi laki-laki.

“Melalui usaha kuliner, kerajinan, fesyen, hingga pemasaran digital, perempuan Aceh bukan hanya menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat budaya lokal dan membawa produk kita bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujar Fadhlullah.

Sementara itu, Ketua Umum FKPA, Hj. Kartini, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran para perempuan dari berbagai daerah yang rela datang jauh-jauh ke Banda Aceh untuk menghadiri pelantikan.

Ia menjelaskan bahwa FKPA lahir dari semangat 31 organisasi perempuan lintas profesi, sehingga bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan nilai-nilai Islam dan Pancasila yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian perempuan dalam pembangunan daerah.

“Pemberdayaan perempuan tidak bisa berjalan sendiri. FKPA butuh kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan seluruh mitra strategis agar mampu mendukung program pembangunan daerah. Kami ingin meneguhkan semangat bahwa perempuan Aceh harus kreatif, tangguh, bermartabat, serta mampu memberi kontribusi nyata. Dari FKPA, kita berharap lahir perempuan Aceh yang unggul dan berdaya saing,” kata Kartini.

Ia juga mengajak seluruh anggota FKPA dan masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan. “Semangat ini harus kita rawat bersama, agar menjadi kekuatan dalam mengabdi untuk Aceh,” ujarnya.

Pelantikan FKPA turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) Meutia Juliana, istri Wakil Gubernur Aceh Hj. Mukarramah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button