Aceh

Aceh resmikan gerakan tanam padi perdana pasca bencana

Aceh Tamiang (Aentenews) – Pemerintah Aceh meresmikan gerakan tanam padi perdana pasca bencana hidrometeorologi yang dipusatkan di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pada 5 Juli 2026, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Nasir menyatakan gerakan itu menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian Aceh pasca bencana alam yang merusak puluhan ribu hektare lahan warga.

Sekda Aceh menjelaskan bencana hidrometeorologi telah memberikan dampak luar biasa di Aceh. Tercatat, areal persawahan yang terdampak mencapai 57.364 hektare, sektor perkebunan terdampak luasnya mencapai 60.438 hektare.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah akibat banjir lumpur dan material lainnya, akhir Nopember 2025.

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” ujar M. Nasir.

Pemerintah Aceh menempatkan rehabilitasi dan optimasi lahan sawah di lokasi bencana sebagai prioritas utama guna memulihkan roda perekonomian masyarakat. Sebagian besar lahan sawah yang rusak telah selesai diperbaiki dan mulai bisa dimanfaatkan kembali oleh petani.

Atas percepatan pemulihan ini, Sekda Aceh, M Nasir turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian beserta jajaran Kementan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, serta jajaran terkait hingga kelompok tani yang bergerak cepat mengolah kembali lahan pasca-banjir.

M. Nasir juga mengimbau para petani untuk mengoptimalkan musim tanam ini dengan tetap memperhatikan kondisi alam, meningkatkan gotong royong, dan mengikuti arahan pemangku adat setempat.//Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button