Empat juta bibit kopi untuk daerah terdampak, penyaluran tunggu sertifikasi
Aceh Tengah (Aentenews) – Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan sebanyak 4 juta bibit kopi variates Arabika Gayo 3 untuk mendukung pemulihan sektor perkebunan yang terdampak bencana hidrometeorologi di kabupaten Aceh Tengah, provinsi Aceh.
“Setelah kami melihat langsung, kualitas bibit ini sangat bagus dan sudah siap untuk ditanam. Saat ini tinggal menunggu proses sertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Aceh, kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga di Takengon, Rabu (7/7/2026).
Dikatakannya, program ini merupakan bantuan strategis Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian yang dipersiapkan untuk membantu petani yang lahanya terdampak bencana banjir November 2025.
Data Pos Penanganan Banjir dan Longsor di daerah itu mencatat luas tanaman kopi yang terdampak bencana banjir dan longsor di daerah itu mencapai 12.638 hektare, sedangkan total luas tanaman kopi di Aceh Tengah kisaran 51.000 hektare.
Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah, Sabrin, menjelaskan bahwa proses penyaluran bibit kopi tersebut direncanakan Agustus 2026 setelah sertifikasi benih selesai diterbitkan oleh BPSB Provinsi Aceh.
Hasil peninjauan langsung di lokasi pembibitan bersama Tim Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Aceh, pertumbuhan vegetatif bibit kopi terlihat subur dan sangat baik. Menurutnya, bibit Arabika Gayo 3 telah memenuhi kondisi yang siap untuk ditanam di lapangan.
Terkait penyalurannya, Bupati menegaskan bahwa proses harus dilakukan secara tepat sasaran kepada petani yang telah terdata dan tergabung dalam kelompok tani penerima manfaat sesuai ketentuan program.
Hal tersebut penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan rehabilitasi kebun kopi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan pihak pelaksana yang telah mendukung pengembangan kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah pusat. Kebutuhan bibit kopi di Dataran Tinggi Gayo sangat tinggi setiap tahunnya. Program ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Aceh Tengah sebagai salah satu sentra penghasil kopi Arabika terbaik di dunia”, tambahnya.
Aentenews by Ampelsa.





https://shorturl.fm/CWnjp