Neraca Perdagangan Aceh Februari 2026 Surplus 20,77 Juta USD
Banda Aceh (Aentenews) – Nilai ekspor barang dagangan asal Provinsi Aceh pada Februari 2026 sebesar 64,64 juta USD atau mengalami surplus senilai 20,77 USD dibanding dengan nilai impor pada Feruaruai 2026 sebesar 43,86 juta USD.
Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis di Banda Aceh, Rabu (1/4/2026), mencatat terjadinya surplus perdagangan itu akibat nilai ekspor lebih besar 64,64 juta USD dibanding nilai impor 43,86 juta USD.
Pada bulan Februari 2026, komoditas yang diekspor dari Provinsi Aceh berupa komoditas nonmigas dengan total sebesar 64,64 juta USD. Dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditas nonmigas menunjukkan peningkatan hingga 35,84 persen. Dibandingkan secara y-on-y dengan Februari 2025 menunjukkan peningkatan sekitar 19,82 persen.
Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Februari 2026 berasal dari kelompok komoditas Batubara senilai 39,40 juta USD yang berkontribusi terhadap total nilai ekspor non migas hingga 60,96 persen.
Diikuti kelompok Lemak & Minyak Nabati (CPO) senilai 12,47 juta USD atau berperan sekitar 19,29 persen. Kemudian Kopi dan Rempah-rempah senilai 9,24 juta USD dengan peranan sekitar 14,29 persen.
Diurutan berikutnya komoditas berbagai Produk Kimia sebesar 1,58 juta USD berperan sekitar 2,45 persen dari total ekspor. Selain komoditas utama yang biasa diekspor, yang lainnya masing-masing kurang dari 1 juta USD dengan peranan masing-masing dibawah 2 persen.
Ekspor asal Provinsi Aceh selama bulan Februari 2026 paling besar ditujukan ke negara India senilai 51,02 juta USD berkontribusi sekitar 78,93 persen terhadap total nilai ekspor, didominasi oleh Batubara, CPO dan Berbagai Produk Kimia.
Sedangkan, ekspor ke Amerika Serikat di posisi kedua senilai 3,73 juta USD dengan komoditas utama Kopi dan Rempah-rempah. Thailand diperingkat ketiga senilai 2,44 juta USD dengan komoditas utama Batubara serta Daging dan Ikan Olahan.
Aentenews by Ampelsa.



