Nasional

Pembukaan IISAR 2026 , perkuat kolaborasi SAR Global

Foto : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (tengah) mendapatkan penjelasan saat berkunjung ke booth BNPB dalam acara Indonesia International Search and Rescue Exhibition, Forum and Challenge (IISAR) 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Kamis (9/7). (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Apri Setiawan)

Tangerang (Aentenews) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membuka  Indonesia International Search and Rescue Exhibition, Forum and Challenge (IISAR) 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang pada Kamis (9/7/2026). 

Ajang internasional yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR).

Pada pembukaan IISAR 2026, turut hadir Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dan Founder IISAR Candra Tri Saktiyanto, Kepala BNPB yang diwakilkan oleh Deputi Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Andi Eviana, dan Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat Brigjen TNI Djohan Darmawan.

Menko PMK, Pratikno menegaskan, Indonesia komitmen untuk terus memperkuat ekosistem pencarian dan pertolongan yang profesional, adaptif, serta berbasis inovasi. IISAR 2026 dihadiri juga berbagai unsur pemerintah, lembaga pencarian dan pertolongan, organisasi kemanusiaan, perwakilan negara sahabat, akademisi, pelaku industri teknologi, serta komunitas SAR dari dalam dan luar negeri. 

Kegiatan ini mengusung tiga rangkaian utama, yaitu pameran teknologi SAR, forum diskusi internasional, dan tantangan kompetensi penyelamatan yang mempertemukan para praktisi SAR profesional.

Ajang internasional ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan bidang pencarian dan pertolongan dalam ruang strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta mendorong inovasi dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan dan bencana. 

Penyelenggaraan IISAR 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan peran aktif dalam membangun jejaring kerja sama kemanusiaan di tingkat global. Kolaborasi antarnegara, lembaga pemerintah, organisasi kemanusiaan, akademisi, serta sektor swasta menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas penanganan keadaan darurat, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman bencana.

Selain menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan teknologi, IISAR 2026 juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan budaya keselamatan. Berbagai inovasi yang ditampilkan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi penyelamatan, mulai dari sistem komunikasi darurat, peralatan evakuasi, hingga metode operasi SAR modern.

Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh. Oleh karena itu, penguatan kapasitas personel SAR dan peningkatan interoperabilitas antarinstansi perlu terus dilakukan melalui berbagai latihan, forum, dan kerja sama internasional seperti IISAR 2026.

Aentenews By Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button