AcehPendidikan

Disdik Aceh dan Densus 88 sinergi cegah penyebaran paham IRET di sekolah

Dinas Pendidikan Aceh bersama Densus 88 Antiteror Polri memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di lingkungan sekolah seusai pertemuan koordinasi di Banda Aceh, Selasa (14/7/2026).

Banda Aceh (Aentenews) — Dinas Pendidikan Aceh bersama Densus 88 Antiteror Polri memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di lingkungan sekolah. 

Diikuti dari website Dinas Pendidikan Aceh, Selasa (14/7/2026),  kolaborasi tersebut  menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menciptakan satuan pendidikan yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara jajaran Densus 88 Anti teror Polri Wilayah Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Aceh, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan ideologi peserta didik melalui pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, sikap toleran, dan kecintaan terhadap tanah air.

Pelaksana Harian (Plh) Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Polri Wilayah Aceh, AKBP Wisnoe Goentoro Tjahjono, mengatakan bahwa kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang kondusif dan terbebas dari pengaruh paham ekstrem.

“Kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam menumbuhkan budaya sekolah yang mengedepankan toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus mencegah berkembangnya paham IRET di lingkungan pendidikan,” jelas Wisnoe Goentoro.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin,  menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan koordinasi yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus menjaga dunia pendidikan dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Dinas Pendidikan Aceh sangat terbuka terhadap sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya ini penting untuk memastikan generasi muda Aceh tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cinta tanah air, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, serta bebas dari pemahaman yang bertentangan dengan dasar-dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Murthalamuddin.

Melalui kolaborasi ini, Dinas Pendidikan Aceh dan Densus 88 Antiteror Polri berkomitmen memperluas program edukasi, sosialisasi, serta penguatan wawasan kebangsaan di seluruh satuan pendidikan di Aceh. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ideologi peserta didik, menanamkan nilai toleransi, serta melahirkan generasi Aceh yang moderat, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button