Banda Aceh (Aentenews) – Realisasi serapan gabah kering panen (GKP) petani di sejumlah daerah sentra produksi provinsi Aceh hingga Februari 2026 mencapai 6.547 ton atau sebanyak 3.326 ton setara beras.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan di Banda Aceh, Selasa (10/2/2026), menyatakan hingga 9 Februari 2026 sudah terserap sebanyak 6.547 ton gabah kering panen (GKP) atau sekitar 2,48 persen dari total target tahun 2026 sebanyak 248.467 ton.
Bulog Wilayah Aceh telah melakukan penyerapan gabah petani di sejumlah sentra produksi padi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah sekaligus mendukung pencapaian target penyerapan gabah nasional yang ditetapkan pemerintah tahun 2026 sebesar 4 juta ton.
Dijelaskannya, penyerapan gabah tersebut berlangsung selama musim panen di beberapa kabupaten sentra produksi padi di wilayah Aceh, antara lain Aceh Tenggara (Kutacane), kabupaten Pidie (Sigli), kabupaten Aceh Barat (Meulaboh), kabupaten Aceh Timur (Langsa), kabupaten Aceh Tengah (Takengon) dan Kabupaten Abdya (Blang Pidi).
“Untuk harga GKP di tingkat petani, Bulog membelinya sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp.6.500 per kilogram, sehingga petani mendapatkan kepastian harga dan terlindungi dari fluktuasi harga pasar saat panen,” ujarnya.
Terkait dengan beberapa daerah sentra produksi terdampak bencana alam banjir, BULOG Kanwil aceh tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menebalkan stok, khususnya untuk ketahanan pangan di wilayah Aceh.
Hal ini terbukti saat bencana kemarin stok cadangan beras perintah cukup aman mencapai 60.000 ton dan mencukupi untuk kebutuhan hingga April 2026. Apalagi,saat ini di beberapa daerah sentra produksi di Aceh sudah berlangsung panen.
Bulog juga mengimbau seluruh penggilingan padi di daerah itu bersama wujudkan swasembada pangan nasional khususnya untuk wilayah Aceh.
Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, penyerapan gabah ini juga bertujuan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Cadangan tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis, seperti stabilisasi harga beras, penyaluran bantuan sosial, serta penanganan bencana.
Bulog Kanwil Aceh menegaskan penyerapan gabah akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa panen berlangsung. Petani dan kelompok tani dapat memanfaatkan program ini dengan menjual gabahnya sesuai HPP.
Aentenews by Ampelsa.




