Aceh Besar

Angin kencang masih berlanjut, empat rumah kembali rusak di Aceh Besar

Aceh Besar (Aentenews) –  Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang kembali merusak empat rumah warga dan sejumlah pohon tumbang di beberapa wilayah kecamatan, Kabupaten Aceh Besar pada Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), angin kencang terjadi di Kecamatan Baitussalam, tepatnya di Jalan Laksana Malahayati, Gampong Kling Meria, serta Gampong Baet. Bencana juga terjadi di Gampong Payatieng, Kecamatan Peukan Bada, dan di Gampong Geu Gajah serta Gampong Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah.

Peristiwa tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan hembusan angin berkecepatan tinggi sehingga merusak sejumlah bangunan milik warga. Kerusakan terjadi pada bagian atap rumah terlepas diterjang angin dan selain dinding bangunannya.

Di kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, tercatat satu unit ruko semi permanen mengalami rusak ringan (RR) dan satu unit rumah rusak rusak sedang (RS). Sementara itu, di Kecamatan Peukan Bada satu unit rumah mengalami rusak berat (RB), sedangkan di Kecamatan Darul Imarah satu unit rumah mengalami rusak ringan (RR).

Sebanyak empat kepala keluarga (KK) dengan total 16 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Korban terdampak masing-masing adalah Mudahan (49 tahun) sebanyak 1 KK/5 jiwa, Ibrahim (60 tahun) sebanyak 1 KK/2 jiwa, Riki Anjai (49 tahun) sebanyak 1 KK/3 jiwa, dan A. Karim sebanyak 1 KK/6 jiwa.

Tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat bencana tersebut.

Selain merusak sejumlah rumah, angin ke,cang juga menumbangkan sejumlah pohon di beberapa wilayah di kabupaten Aceh Besar dan selain lampu hias jalan patah diterjang angin.

Menindaklanjuti laporan kejadian, BPBD Kabupaten Aceh Besar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan peninjauan, asesmen, dan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pendataan dilakukan sebagai dasar penanganan lebih lanjut terhadap warga terdampak dan kebutuhan rehabilitasi bangunan.

Hingga laporan terakhir diterima, kondisi di sebagian besar lokasi terdampak telah berangsur kondusif. Tim BPBD bersama pihak terkait masih berada di lapangan untuk menyelesaikan proses pendataan dan memastikan kondisi masyarakat terdampak serta memantau kemungkinan adanya dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di daerah itu mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada 6 hingga 7 Agustus 2026  berpoteni terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button