Aceh BesarHumaniora

Tradisi Hari Asyura ditetapkan jadi agenda tahunan

Aceh Besar (Aentenews) – Pemerintah kabupaten Aceh Besar menggelar kegiatan lomba memasak Bubur Asyura  dan Apam (tuet apam) yang diikuti puluhan kelompok peserta dalam rangkaian memeriahkan peringatan Hari Asyura 10 Muharram 1448/2026 M di Sentra Dekranasda, Aceh Besar, Kamis .

“Tujuan memperingati Hari Asyura ini untuk mengangkat kembali nilai khasanah budaya Aceh sebagai daerah Syariat. Budaya ini sudah lahir sejak dulu dan tugas kita melestarikannya,” kata Bupati Aceh Besar, Muharram Idris saat membuka kegiatan lomba kuliner tradisional bubur Asyura dan lomba memasak Apam.

Menurut Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram, Aceh dalam bingkai Syariat Islam, bukan berati Aceh tidak bisa maju. “Kita bangsa Aceh bisa maju dengan potensi wisata budaya dan wisata religi merupakan salah satunya untuk membangun dan memajukan Aceh,”tegansya.

 Ia mengatakan, Aceh dikenal memiliki pantai wisata yang indah dan diakui wisatawan yang sudah pernah berkunjung Aceh. Tapi, kata Bupati Muharram tidak cukup dengan mengandalkan pantainya saja, melainkan harus didukung dengan rakyatnya yang ramah terhadap tamu, rakyat sopan dan kulinernya yang enak sebagai modal untuk memajukan Aceh, khusus Aceh Besar.

Sebagai contoh,  di Bali pantainya indah bukan menjadi daya tarik wisatawan, tetapi yang menjadi daya tarik karena budayanya. “Aceh kenapa tidak bisa, tinggal bagaimana kita mengemas keunikan budaya religi, keanekaragaman kuliner Aceh dan salah satunya melalui budaya Hari Asyura,” ujarnya.

“Wisatawan itu tertarik berkunjung ke Indonesia, karena keunikan budayanya. Harini ini kita di Aceh kembali mengangkat budaya yang kita miliki melalui tradisi Hari Asyura. Kita besarkan kegiatan peringatan Hari Asyura dan kita meriahkan dengan kuliner tradisional, Aceh akan bisa maju, “ tambahnya.

Sementara, Bupati Muharram menambahkan pada kegiatan lomba memasak Bubur Asyura dan memasak Apam  dapat menjadi promosi bagi pengunjung menikmati rasa kuliner tradisional dengan aneka rasan, selain bernilai sosial karena hasil dari masakan itu nantinya akan dibagikan kepada masyarakat, berbagi bersama kuliner tradisional pada momentum Hari Asyura.

“Kegiatan Hari Asyura tidak hanya pada hari ini, akan tetapi menjadi agenda rutin setiap tahun, termasuk peringatan 1 Muharram, Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pawai Takbiran sebagai khasanah budaya yang diwariskan para ulama pendahulu,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Rusdi yang juga Kepala Dinas Syariat Islam mengatakan, jumlah peserta pada kegiatan lomba Hari Asyura mencapai 34 tim dan tiap tim terdiri dari empat peserta yang berasal dari berbagai unsur di Kabupaten Aceh Besar.

“Hingga saat ini sudah terdaftar 34 tim yang mengikuti perlombaan. Terdiri dari 23 tim TP PKK kecamatan se-Aceh Besar, 10 tim OPD di lingkungan Pemkab Aceh Besar, serta satu tim dari ormas Islam BKMT Aceh Besar,” ujar Kepala Dinas Syariat Islam.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button