Wali Kota: Sabang tak hanya dikenal keindahan alamnya, tapi…

Sabang (Aentenews) – Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam, berharap orang berkunjung ke Pulau Weh tak hanya terkesan dengan keindahan alamnya, tapi juga tertarik dengan aneka kuliner yang dihasilkan dari karya masyarakat di kepulauan ini.
“Kita ingin setiap orang yang datang ke Paviliun Sabang bisa mengenal Sabang bukan hanya dari alamnya, tetapi juga dari makanan dan cita rasanya. Ini bagian dari cara kita memperkenalkan kekayaan yang kita punya,” kata Wali Kota di Banda Aceh, Sabtu (12/9).
Beragam menu khas dan olahan berbahan lokal disiapkan untuk menyambut dewan juri Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 di Anjungan Kota Sabang, Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.
Sajian kuliner Kota Sabang yang dilombakan di antaranya Bu Kula, Engkot Kakap Peuaweh, Ayang Bunga Kates, Miehun Seafood, Ikan Asin Pisang-pisang, Rujak, Kelapa Muda Murni, serta Puding Buah Naga.
Menurut Zulkifli, kekayaan kuliner Sabang memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik pariwisata. Wisatawan yang berkunjung ke Sabang, kata dia, diharapkan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui makanan dan produk lokal yang menjadi ciri khas daerah.
“Kalau orang datang ke Sabang, kita ingin mereka punya pengalaman yang lengkap. Menikmati laut dan alamnya, tetapi juga mengenal makanan, rempah, dan produk lokal kita. Karena kuliner juga bagian dari identitas dan pengalaman wisata,” katanya.
Ketua TP-PKK Kota Sabang Nuri Farisal turut memperkenalkan sejumlah sajian yang dihidangkan kepada para juri. Menurutnya, keberagaman bahan dan olahan yang tersedia di Sabang dapat menjadi potensi yang terus dikembangkan oleh masyarakat dan pelaku UMKM.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia mengatakan, kekayaan kuliner tersebut menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pariwisata, termasuk bagi Sabang yang memiliki kekayaan rempah dan tradisi kuliner khas Pulau Weh.
“Sabang juga punya kekayaan kuliner yang kuat. Kita punya rempah seperti cengkeh, pala, pinang dan nilam, juga buah-buahan khas seperti salak, alpukat Sabang, buah naga dan kelapa. Termasuk kakao yang sudah kita kembangkan menjadi produk cokelat Sabang. Semua ini bisa terus dikembangkan menjadi produk kuliner dan oleh-oleh khas Sabang,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, sajian yang dihidangkan tidak hanya menjadi bagian dari jamuan, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan kekayaan rasa yang dimiliki Sabang. Mulai dari olahan ikan laut, masakan berbahan hasil kebun, hingga sajian penutup berbahan buah lokal, seluruhnya menggambarkan kedekatan kuliner Sabang dengan kekayaan alam dan bahan pangan yang tersedia di Pulau Weh.
Melalui partisipasi dalam ACF 2026, Pemerintah Kota Sabang berharap kekayaan kuliner daerah semakin dikenal luas dan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan produk lokal, UMKM, serta pariwisata berbasis kuliner.//Redaksi.




