Aceh Timur

Masih ada korban bencana belum terima bantuan di Aceh Timur

Foto dok pemkab Aceh Timur.

Aceh Timur (Aentenews) – Pemerintah kabupaten Aceh Timur  mencatat terdapat sebanyak 67 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima jatah hidup (jadup) bantuan sosial dan selain sebanyak  38 KPM penerima bantuan isi hunian stimulus ekonomi yang juga gagal disalurkan karena persoalan administrasi.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur Saharani, Kamis (10/9/2026) mengatakan, warga yang belum menerima bantuan tersebut akan diusulkan kembali masuk dalam penerimaan tahap berikutnya.

Diakuinya, warga yang belum menerima bantuan karena persoalan administrasi, terutama ketidaksesuaian nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan data rekening dan dan begitu juga penerima bantuan isi hunian dan stimulus. 

Saharani menegaskan, perbaikan data menjadi bagian penting dalam proses pemulihan karena pemerintah tidak hanya mengejar kecepatan penyaluran, tetapi juga memastikan bantuan diterima oleh orang yang tepat. 

Karena itu, pemerintah daerah juga menekankan transparansi penyaluran. Dalam arah kebijakan dan rencana tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, camat, dan keuchik diinstruksikan ikut mengawasi proses di tingkat gampong serta memastikan bantuan bebas dari segala bentuk pungutan liar.

Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial dan santunan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, pada Tahap I Gelombang I yang hingga saat ini telah mencapai sekitar 99 persen. Sebanyak 7.592 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima bantuan dari pemerintah.

“Pemulihan itu harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Ada kebutuhan hidup, kebutuhan rumah tangga, dan juga bagaimana masyarakat bisa kembali menjalankan usaha,” kata Saharani 

Berdasarkan rekapitulasi pemerintah daerah, bantuan jaminan hidup (Jadup) Tahap I Gelombang I dialokasikan untuk 7.659 KPM dengan nilai Rp38,99 miliar. Bantuan diberikan sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari selama tiga bulan. Hingga penyaluran tersebut, dana yang telah terealisasi mencapai Rp38,73 miliar kepada 7.592 KPM atau 99,12 persen.

Realisasi bantuan stimulus ekonomi mencapai 99,50 persen, dengan 7.618 KPM menerima bantuan Rp38,09 miliar dari total alokasi Rp38,28 miliar untuk 7.656 KPM. Bantuan sebesar Rp5 juta per kepala keluarga (KK) tersebut diberikan untuk mendukung modal usaha mandiri, termasuk sektor pertanian dan kelautan. 

Selain itu, bantuan isi hunian dialokasikan kepada 7.656 KPM dengan total anggaran Rp22,98 miliar. Bantuan senilai Rp3 juta per KK yang digunakan untuk memenuhi kembali kebutuhan rumah tangga terdampak seperti peralatan dapur dan perlengkapan tidur, telah terealisasi Rp22,85 miliar kepada 7.618 KPM atau 99,50 persen.

Untuk korban meninggal dunia, bantuan telah terealisasi 100 persen kepada 98 KPM dengan nilai Rp1,47 miliar atau Rp15 juta per orang. Sementara santunan korban luka-luka sebesar Rp5 juta per orang diberikan kepada 21 KPM dengan total Rp105 juta dan juga telah terealisasi 100 persen.

Saharani mengatakan, skema bantuan tersebut merupakan bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Stimulus ekonomi menjadi bagian penting dalam pemulihan agar masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kembali produktif. 

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button