
Bulog libatkan TNI salurkan bantuan pangan . Foto dok Perum Bulog
Jakarta (Aentenews) – Perum Bulog memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat dan memasifkan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat.
Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi terkait pembahasan percepatan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada masyarakat di Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi Bulog dan jajaran TNI dalam mendukung percepatan penyaluran bantuan pangan agar tepat sasaran.
“Bulog siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah (BPP)dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Dikatakannya, Bulog ingin memastikan bahwa beras yang sudah disiapkan Pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Bulog tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran.
Percepatan penyaluran Bantuan Pangan ini sejalan dengan dukungan Presiden Prabowo terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas terkait Pangan dalam rangka menghadapi potensi El Nino serta menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan terhadap penambahan Bantuan Pangan periode Oktober hingga Desember 2026 dengan total kuantum mencapai 1 juta ton beras untuk 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang mencakup kelompok Desil 1 sampai dengan Desil 4.
Selain Bantuan Pangan, Pemerintah juga menyetujui penambahan Beras SPHP sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode September 2026 hingga Maret 2027.
Penguatan stabilisasi pangan juga dilakukan melalui penambahan Jagung SPHP sebanyak 150.000 ton yang diperuntukkan bagi kebutuhan peternak mikro, baik ayam pedaging maupun ayam petelur.
Di sisi lain, Pemerintah mendorong program hilirisasi beras melalui pemanfaatan sekitar 380.000 ton beras dengan usia simpan lebih dari 10 bulan atau yang mengalami penurunan mutu menjadi bahan baku tepung beras untuk mendukung kebutuhan industri dan UMKM nasional.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Bulog berkomitmen menjaga kelancaran penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah sekaligus mendukung upaya Pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Aentenews /Redaksi
Jakarta (Aentenews) – Perum Bulog memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat dan memasifkan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat.
Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi terkait pembahasan percepatan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada masyarakat di Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi Bulog dan jajaran TNI dalam mendukung percepatan penyaluran bantuan pangan agar tepat sasaran.
“Bulog siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah (BPP)dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Dikatakannya, Bulog ingin memastikan bahwa beras yang sudah disiapkan Pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Bulog tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran.
Percepatan penyaluran Bantuan Pangan ini sejalan dengan dukungan Presiden Prabowo terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas terkait Pangan dalam rangka menghadapi potensi El Nino serta menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan terhadap penambahan Bantuan Pangan periode Oktober hingga Desember 2026 dengan total kuantum mencapai 1 juta ton beras untuk 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang mencakup kelompok Desil 1 sampai dengan Desil 4.
Selain Bantuan Pangan, Pemerintah juga menyetujui penambahan Beras SPHP sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode September 2026 hingga Maret 2027.
Penguatan stabilisasi pangan juga dilakukan melalui penambahan Jagung SPHP sebanyak 150.000 ton yang diperuntukkan bagi kebutuhan peternak mikro, baik ayam pedaging maupun ayam petelur.
Di sisi lain, Pemerintah mendorong program hilirisasi beras melalui pemanfaatan sekitar 380.000 ton beras dengan usia simpan lebih dari 10 bulan atau yang mengalami penurunan mutu menjadi bahan baku tepung beras untuk mendukung kebutuhan industri dan UMKM nasional.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Bulog berkomitmen menjaga kelancaran penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah sekaligus mendukung upaya Pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Aentenews /Redaksi




