Aceh SingkilEkonomi

Pemulihan pascabencana Aceh Singkil masih tahap koordinasi 

Foto Dok Humas Aceh Singkil

Aceh Singkil (Aentenews) –  Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk percepatan pelaksaanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dalam program pemulihan daerah terdampak bencana November 2025.

Terdapat sebanyak 86 kegiatan dengan total anggaran senilai Rp 236,3 miliar dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Percepatan diprioritaskan pada penyambungan jembatan, pembangunan tanggul, dan pemulihan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera per 9 September 2026, sebanyak 11 kementerian dan lembaga terlibat dalam pelaksanaan program pemulihan di Aceh Singkil.

Program tersebut mencakup sektor pekerjaan umum, pendidikan, perdagangan, pertanian, lingkungan hidup, UMKM, perindustrian, agama, kebudayaan, perhubungan, serta pertanahan dan tata ruang. Pemerintah daerah mendorong agar dukungan lintas sektor itu diarahkan pada kebutuhan prioritas yang dapat memulihkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat mitigasi bencana.

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon dalam siaran pers Satgas PRR Sumatera, Senin (14/9/2026), mengatakan program pemulihan mencakup empat jembatan yang belum tersambung telah menghambat mobilitas dan distribusi hasil perkebunan masyarakat, terutama di Kecamatan Kuala Baru.

“Saat ini ada tiga jembatan Bailey dan satu jembatan Armco. Ini adalah jalan provinsi, akses untuk masyarakat di Kecamatan Kuala Baru untuk dapat membawa hasil buminya, seperti perkebunan sawit. Imbasnya, hasil bumi yang seharusnya dibawa ke luar daerah tidak bisa dijual,” kata Safriadi dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Hasil Kunjungan Monev di Aceh Singkil dan Kota Subulussalam di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, awal September 2026.  

Selain konektivitas, Pemkab Aceh Singkil mendorong penyelesaian tanggul banjir sepanjang 20 kilometer di Desa Tanah Merah, Kecamatan Gunung Meriah. Saat ini, sekitar 2,2 kilometer tanggul telah selesai dibangun. Pemerintah daerah berharap Kementerian Pekerjaan Umum dapat melanjutkan pembangunan secara berkesinambungan, terlebih lahan yang dibutuhkan telah dibebaskan.

“Ini sangat kami harapkan. Kalau hujan sedikit saja, banjir itu langsung masuk ke Kota Singkil. Kami minta agar diteruskan. Ini kami sudah bebaskan juga lahannya di sana sehingga bisa dengan mudah untuk dibangun. Inilah besar harapan kami,” ujar Safriadi.

Prioritas berikutnya, pemulihan SPAM Bendungan Sianjo-Anjo yang disiapkan untuk melayani masyarakat di empat kecamatan. Penanganan difokuskan pada penggantian jaringan perpipaan dan mesin pompa setelah infrastruktur lama mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.

Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Posko Nasional Satgas PRR Brigjen TNI (Mar) Guslin Kamase mendorong kementerian, lembaga, dan Pemkab Aceh Singkil segera menyusun langkah teknis serta target pelaksanaan. Dengan demikian, program yang telah direncanakan dapat bergerak dari tahapan koordinasi menuju eksekusi di lapangan.

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button