Banda Aceh (Aentenews) – Jalur lintas alternatif di desa Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, di kabupaten Bener Meriah kembali terputus akibat diterjang lupangan sungai sehingga akses trasportasi dari kabupaten Bireuen-Takengon lumpuh total.
Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Beneri Meriah, Safriadi yang dihubungi Aentenews dari Banda Aceh Senin (6/4/2026), menyatakan jalur alternatif di desa Wih Porak kembali lumpuh menjelang sore, karena diterjang luapan sungai yang bercampur material batu dan lumpur akibat curah hujan tinggi.
Jalur lintas alternatif Wih Porak di kabupaten Bener Meriah itu, merupakan satu satunya akses transportasi dan tidak ada jalur alternatif lain yang dapat dugunakan karena kondisi daerah di sekitar wilayah itu medannya sulit dan juga terdapat beberapa titik longsor pasca benacana banjir pada November 2025.
Pascabencana alam banjir pada akhir November 2025, berdampak rusaknya jalur nasional di Kawasan Enang Enang, sehingga pemerintah membuka jalur alternatif Wih Porak sebagai akses sementara menghubungkan kabupaten Bireuen-Takengon.
Kalaks BPBD Bener Meriah, Safriadi mengatakan hingga saat ini petugas BPBD, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya terus bekerja optimal membangun kembali jalur alterntif tersebut.

“Kita mengerahkan tiga unit ekskavator untuk memindahkan material batu dan longsor lumpur yang terbawa arus sungai, agar jalur alternatif secepatnya dapat dilalui kendaraan dan jugapenyintas bencana” katanya.
Ia mengakui, jalur alternatif Wih Porak, penuh dengan tantangan dan jika musim pengujan akan kembali rusak diterjang luapan sungai. “Lumpuhnya jalur Wih Porak ini sudah ke sekian kalinya. Penyebabnya hujan deras dan luapan sungai akibat cuaca ekstrem,” tambahnya.
Diharapkan pemerintah Aceh atau pemerintah Pusat perlu campur tangan mengatasi perbaikan jalur alternatif itu, tidak hanya diserahkan pekerjaannya kepada pemerintah kabupaten dengan keterbatasan.
Masyarakat juga berharap jalur nasional di kawasan Enang Enang yang terdampak banjir akhir November 2025, secepatnya selesai dibangun, sehingga warga tidak terlalu lama menggantungkan harapan pada jalur alternatif.
Aentenews by Ampelsa




