Perkuat potensi lokal sebagai modal kebangkitan ekonomi Bener Meriah

Foto Dok Satgas PRR.
Bener Meriah (Aentenews) – Setelah sepuluh bulan bencana banjir berlalu, bagi masyarakat yang terdampak, khusus pelaku ekonomi kreatif di kabupaten Bener Meriah, provinsi Aceh merupakan waktu yang begitu lama untuk kembali menata usaha perekonomian dengan semangat bangkit bersama dan bersama kita bisa bangkit.
Bangkit bukan hanya tentang memulihkan apa yang telah hilang, tetapi juga menemukan kembali cara untuk melanjutkan kehidupan. Di tengah proses pemulihan tersebut, kreativitas dan potensi lokal menjadi salah satu modal yang dapat membuka kembali peluang ekonomi masyarakat pascabencana banjir 26 November 2025.
Semangat itulah yang dibawa dalam Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih di Kabupaten Bener Meriah, yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif pada 16–17 September 2026 di Aula Mess Pemda Bener Meriah.
Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal”, kegiatan ini mempertemukan sebanyak 80 pelaku ekonomi kreatif terdampak bencana dengan tujuan memperkuat kapasitas, pengembangan produk, dan membuka peluang usaha dari potensi yang ada dan sudah sebelum bencana itu datang.
“Ekonomi kreatif menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung proses pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan kapasitas, pemanfaatan potensi lokal, serta penciptaan peluang ekonomi yang sesuai dengan karakteristik daerah,” ujar Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Ekonomi Kreatif, Elizabeth Gurning saat menghadiri kegiatan di Bener Meriah.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Namun, pelaku ekonomi diajak melihat kembali potensi yang selama ini berada di sekitar mereka sebagai sumber peluang membangun ekonomi menuju masa depan yang lebih.
Melalui pembekalan pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal dan pengenalan manajemen usaha, peserta berdiskusi, bertukar pengalaman, hingga mempraktikkan bagaimana sebuah potensi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.
Ketua Bidang Subsektor Fashion Aneuk Muda Aceh Nanggroe Hebat (AMANAH) sekaligus brand owner Ija Kroeng, Khairul Fajri Yahya memberikan materi dan pengalaman praktis menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa pengembangan usaha tidak berhenti pada menghasilkan suatu produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan, identitas produk, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang pasar.
Sahmi Yuliana, pelaku ekonomi kreatif yang mengikuti pelatihan itu, melihat kegiatan tersebut sebagai dorongan untuk kembali melangkah setelah bencana.
“Saya senang dengan adanya pelatihan seperti ini di Bener Meriah, apalagi materinya relevan dengan usaha kami tekuni dan sedang dalam tahap pengembangan. Selain itu juga dapat membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan setelah bencana,” ungkap Sahmi.
Dorongangan yang sama disampaikan Wakil Bupati Bener Meriah, Armia menilai aktivasi ruang kreatif dapat menjadi titik awal untuk pengembangan kreativitas dan inovasi masyarakat.
“Kegiatan aktivasi ruang kreatif ini diharapkan menjadi pemantik awal bagi pelaku usaha di Kabupaten Bener Meriah untuk kreatif dan inovatif serta menjadi penggerak ekonomi daerah pascabencana,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat berlangsungnya pelatihan, Ruang Kreatif Merah Putih diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, pelaku usaha, komunitas, dan potensi lokal. Interaksi tersebut penting untuk membangun jejaring antarpelaku ekraf sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan sumber daya Kabupaten Bener Meriah.
Bagi 80 pelaku ekraf yang hadir, ruang kreatif menjadi tempat untuk kembali belajar, bertemu, dan melihat kemungkinan-kemungkinan baru. Dari sana, kreativitas diharapkan tumbuh menjadi usaha, usaha berkembang menjadi penghasilan, dan penghasilan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Bener Meriah untuk pulih, bangkit, dan kembali berdaya.
Aentenews by Ampelsa




