Pemulihan perikanan budidaya pascabanjir, 4 juta benur udang disalurkan

Bantuan benur udang vaname untuk petani tambak terdampak bencana di Aceh Timur. Foto Dok Pemkab Aceh Timur
Aceh Timur (Aentenews) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun Anggaran 2026 menyalurkan bantuan sebanyak 4,2 juta ekor benur udang vaname untuk pemulihan sektor perekonomian perikanan budidaya di kabupaten Aceh Timur, provinsi Aceh.
Pemulihan sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir di daerah itu ditandai dengan penebaran perdana 4,2 juta ekor benur udang vaname di lahan tambak petani yang masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Penebaran benur secara simbolis di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bagi masyarakat pembudidaya yang terdampak banjir dan beberapa desa lainnya.
Terdapat lima gampong atau desa yang memperoleh bantuan benur udang dan penaburan bibit, yakni Gampong Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih dan Paya Lipah di wilayah kabupaten Aceh Timur.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky , Rabu (16/9/2026 mengatakan, pemulihan sektor perikanan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah pascabencana banjir yang berdampak luas terhadap usaha masyarakat, baik di sektor perikanan budidaya maupun perikanan tangkap.
“Pascabanjir, kita terus melakukan pendataan terhadap sektor perikanan, mulai dari kerusakan tambak hingga kapal-kapal nelayan. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan untuk kembali menjalankan usahanya,” kata Al-Farlaky.
Menurut Al-Farlaky, Aceh Timur memiliki potensi besar di sektor perikanan, khususnya budidaya tambak. Kabupaten Aceh Timur memiliki sekitar 18.810 hektare lahan tambak yang tersebar di wilayah pesisir.
Khusus Kecamatan Peureulak, terdapat sekitar 2.156 hektare lahan tambak yang dikelola masyarakat. Dari luasan tersebut, sekitar 313 hektare lahan tambak terdampak banjir.
“Banjir tidak hanya merusak petakan tambak dan kolam, tetapi juga menyebabkan tanggul jebol, pintu air rusak serta terjadi pendangkalan saluran akibat sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air,” ujarnya.
Karena itu, kata Al-Farlaky, bantuan benih dari KKP RI menjadi salah satu langkah awal untuk menghidupkan kembali aktivitas budidaya masyarakat yang terdampak bencana.
Melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, KKP RI menyalurkan sebanyak 4.200.000 ekor benur udang vaname untuk lahan seluas 120 hektare.
Pemerintah Aceh Timur menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee yang telah memberikan dukungan terhadap upaya pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Timur pascabencana.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut,” demikian kata Al-Farlaky.
Aentenews by Ampelsa




