Aceh BesarEkonomi

Bendungan Lamtimpeung mulai operasi, targetkan panen dua kali setahun 

Bendungan mulai beroperasi. Foto Dok MDC Aceh Besar.

Aceh Besar (Aentenews) – Sejumlah petani menyambut gembira dengan telah beroperasinyanya bendung untuk mendukung sektor pertanian di Gampong (desa)  Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Kehadiran bendungan ini memberi harapan baru bagi petani dalam pemenuhan kebutuhan air untuk lahan sawah yang diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi padi dan panen dua kali setahun

Manfaat bendungan itu tidak hanya dirasakan petani di Gampong Lamtimpeung, tetapi juga sejumlah gampong di sekitarnya, yakni Gampong Lampuja, Gampong Cucum, Gampong Rabung, dan Gampong Limpok dengan total halan sawah mencapai 40 hektare.

Keuchik Gampong Lamtimpeung, Muktar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas perhatian terhadap kebutuhan petani, khususnya melalui penyediaan infrastruktur pengairan yang telah selesai dan mulai dimanfaatkan.

Menurutnya, keberadaan bendungan tersebut menjadi hal penting bagi petani karena ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan musim tanam. Belakangan ini , petani hanya panen sekali setahun, bahkan gagal karena lahan sawah kekeringan dampak kemarau.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terutama Bapak Bupati Aceh Besar Syech Muharram yang telah memberikan perhatian kepada petani. Bendungan ini sudah selesai dan mulai beroperasi, kebutuhan air untuk sawah bisa lebih terjamin dan hasil pertanian meningkat,” kata Mukhtar, 

Sementara itu, petani Gampong Lamtimpeung, Mawardi, mengatakan hal yang sama dengan beroperasinya bendungan tersebut memberikan harapan bagi petani untuk meningkatkan masa tanam. Selama ini, keterbatasan pasokan air membuat sebagian petani hanya dapat menanam dan memanen sekali dalam setahun.

“Kami berharap dengan adanya bendungan ini, petani bisa mendapatkan air yang cukup sehingga ke depan dapat panen dua kali dalam setahun. Selama ini kami biasanya hanya bisa panen sekali karena terkendala air,” katanya.

Mawardi menambahkan bahwa dengan mulai beroperasinya bendungan, ia menilai petani kini memiliki peluang untuk mengatur pola tanam sesuai dengan ketersediaan air dan kondisi lahan.

“Insyaallah, dengan bendungan ini kami lebih mudah mengatur air ke sawah. Selain padi, kami juga berharap bisa menanam palawija sehingga lahan pertanian dapat dimanfaatkan lebih maksimal,” pungkasnya.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button