Nasional

Di forum internasional, Mualem sampaikan pengalaman Aceh bangun perdamaian

Banda Aceh (Aentenews) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem berbagi kisah tentang pengalaman Aceh dalam membangun perdamaian, pascapenandatanganan kesepakatan (MoU) antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan RI di Helsinki, 15 Agustus 2005.

Sebagai pembicara pada forum International Conference on After the Peace Agreements: Bangsamoro and Beyond Diyang, diselenggarakan Institute for Autonomy and Governance (IAG) di Manila, Filipina, pada 19 Nopember 2025, Mualem membagikan pengalaman Aceh dalam membangun perdamaian berkelanjutan.

Melalui media daring yang diikuti dari Meuligoe Gubernur Aceh di Banda Aceh, dalam forum internasional dengan tema “From Rebel Chief to Chief Executives” itu Mualem membahas kisah peralihannya dari pemimpin gerakan bersenjata ke jabatan politik.

Seperti diketahui, sebelum kesepakatan perjanjian penghentian konflik bersenjata antara GAM dengan perwakilan Pemerintah RI, Mualem tercatat sebagai Panglima sayap bersenjata GAM.

Dalam forum tersebut, Mualem menegaskan komitmen Aceh terhadap perjanjian Helsinki 2005 yang menjadi dasar penyelesaian konflik. Saluran politik melalui partai lokal disebut menjadi medium baru aspirasi para mantan kombatan.

“Kami sepakat perdamaian. Aspirasi kami kini disalurkan lewat partai politik lokal,” ujar Mualem.

Menurut dia, Pemerintah Aceh saat ini memprioritaskan peningkatan kesejahteraan mantan kombatan GAM. Aceh juga mengoptimalkan keistimewaan dan otonomi khusus sebagai amanat perjanjian.

Peralihan dari gerakan perlawanan menuju pemerintahan formal, lanjut Mualem, tidak selalu berjalan mulus. Penyesuaian dengan regulasi nasional masih menjadi tantangan.

“Kami yang dulu berada di peperangan kini harus menyesuaikan dengan sistem administrasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Hubungan tersebut berlandaskan kepercayaan dan kolaborasi antara Partai Gerindra dan Partai Aceh. Mualem juga mendukung Prabowo dalam tiga pemilihan presiden, hingga menang pada yang terakhir.

“Ini kesetiaan dan kepercayaan antara saya dan Presiden Prabowo. Sekarang saya seorang gubernur, perpanjangan tangan presiden di daerah. Kami selalu menjalankan perintah Pak Presiden dalam semua program, baik infrastruktur hingga sosial, dan itu sebagai perintah dari pusat ke daerah,” katanya.

Ia menambahkan, komunikasi dengan Presiden dilakukan secara intensif, terutama menyangkut pembangunan ekonomi dan percepatan infrastruktur di Aceh agar tidak tertinggal dari daerah lain.

“Saya minta tolong ke beliau untuk membangun Aceh agar tidak tertinggal dibanding daerah lain,” kata Mualem.// Redaksi

Sumber: Biro Adpim Setda Aceh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button