Kebakaran lahan meluas, Tim gabungan BPBD Aceh Barat berjibaku padamkan api

Petugas berupaya memadamkan api saat kebakaran lahan yang terus meluas di Aceh Barat, Rabu (3/6/2026).Foto Dok BPBD Aceh Barat
Aceh Barat (Aentenews) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat terus berupaya melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu yang hingga saat dilaporkan cakupan kebakarannya terus meluas mencapai 23,6 hektare dari sebelumnya seluas 13 hektare tersebar di sejumlah titik yang terdampak.
“Hingga saat ini total lahan yang terbakar bertambah seluas 23,6 hektare dari sebelumnya sekitar 13 hektare yang terpantau di sejumlah titik dalam empat wilayah kecamatan,” kata Plt Kalaksa BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah yang dihubungi Aentenews di Aceh Barat, Rabu (3/6/2026).
Dikatakannya, dari total lahan yang terbakar seluas 23.6 hektare tersebut, terdapat di kecamatan Bubon seluas 20 hektare, kecamatan Johan Pahlawan seluas 1 hektare, kecamatan Arongan lambalek seluas 1 hektare dan kecamatan meureubo seluas 1,6 hektare.
“Tim penanggulangan bencana terus berupaya mengatasi kondisi di lapangan, hingga saat ini penanganan kebakaran lahan yang berhasil diatasi sekitar 40 persen , terutama lokasi yang terparah terdampak kebaran di kecamatana Bubon total seluas 20 hektare,” katanya.
Sementara, di tiga kecamatan lainnya, penanganan kebaran lahan sudah berhasil di atas hampir 100 persen, karena luas lahan yang terdampak di tiga kecamatan itu hanya sekitar satu hektare lebih.
Dalam upaya penanganan karhutla, tim gabungan BPBD Aceh Barat mengaku mengalami kendala di lapangan, antara lain faktor angin kencang di lokasi , asap tebal yang mempengaruhi jarak pandang dan selain akses ke lokasi sulit dilalui kendaraan roda empat karena medannya menantang dan banyak tantangan.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, tim gabungan BPBD Aceh Barat terus berupaya maksimal mengatasi kebakaran lahan dengan mengerahkan sebanyak 16 personel dari Mako BPBD Aceh Barat dan 5 personel dari Pos Damkar dan dukungan sejumlah personil dari TNI dan Polri ke lokasi kejadian dan selain pembuatan sekat bakar guna memutus jalur penjalaran api di dua titik kebakaran.
Operasi pemadaman, BPBD Aceh Barat menggunakan dua unit mesin pompa portable di dua lokasi berbeda dengan dukungan personel TNI. Sementara itu, personel Polres Aceh Barat turut melakukan pemadaman menggunakan satu unit mesin pompa di titik kebakaran lainnya.
Selain menyebabkan kerusakan vegetasi dan tanaman, kebakaran juga menimbulkan asap yang cukup mengganggu kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mencegah meluasnya kebakaran. BPBD Aceh Barat akan terus melakukan pemantauan dan penanganan hingga seluruh titik api dapat dipadamkan secara menyeluruh.
Menurut BPBD Aceh Barat, pihak sudah melaporkan potensi kebakaran perlu dukungan penanganan dari udara selain operasi penanganan darat . Informasi awal, pihak BNPB dijadwalkan pada Rabu (3/6/2026) akan melakukan operasi water bombing menggunakan helikopter pemadaman lahan.
“Hingga saat ini, kita masih menggu kedatangan helikopter untuk melakukan water bombing di lokasi kebakaran lahan yang berpotensi meluas,” katanya.

Aentenews by Ampelsa




