OlaharagaPidie

221 atlet Pra PORA Pidie lolos ke Aceh Jaya

Rapat pleno Cabang Olahraga dan evaluasi kinerja Pengurus KONI Kabupaten Pidie, di kantor KONI setempat, Senin (29/12/2025) (Foto.Amir Sagita)

Sigli (Aentenews) – Sebanyak 221 atlet Kabupaten Pidie berhasil mengamankan tiket ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV yang akan digelar di Aceh Jaya pada November 2026, usai tampil pada ajang Pra PORA 2025.

Ratusan atlet tersebut memastikan kelolosan setelah melewati persaingan ketat di berbagai cabang olahraga (cabor). Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan dan kerja keras atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga di bawah naungan KONI Pidie.

Adapun cabor yang lolos ke PORA XV antara lain Petanque (9 atlet), panjat tebing (7), karate (8), arung jeram (7), anggar (18), muaythai (15), sepak bola (23), panahan (18), tinju (12), sepak takraw (5), atletik (19), angkat besi (5), sepatu roda (8), tenis meja (8), futsal (15), layar (3), pencak silat (5) serta panahan beregu/cabor panahan lainnya yang meloloskan 18 atlet.

Ketua KONI Kabupaten Pidie, Muhammad, dalam rapat pleno cabang olahraga di Kantor KONI Pidie, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan, kelolosan 221 atlet merupakan hasil kerja sama solid antara pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga yang mengikuti Pra PORA pada November 2025 lalu.

“Alhamdulillah, atlet-atlet kita sudah berjuang sekuat tenaga dan mampu memberikan hasil terbaik untuk Pidie,” ujar Muhammad.

Ia mengakui, perjuangan para atlet tidak mudah, terlebih sebagian di antaranya terdampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga untuk tetap berprestasi.

“Meski di tengah musibah banjir, semangat mereka tidak luntur. Terbukti, 221 atlet berhasil lolos dan berhak tampil di PORA Aceh Jaya,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Muhammad juga menyampaikan permohonan maaf kepada atlet dan pelatih apabila pelayanan KONI belum maksimal. Ia menyebut, bencana banjir sempat menghambat administrasi dan proses pemulangan atlet, namun pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Pidie, Ridwan, mengatakan rapat pleno tersebut juga membahas evaluasi kinerja kepengurusan KONI Pidie. Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk memastikan pengurus yang terlibat benar-benar aktif dan berkomitmen memajukan olahraga daerah.

“Pengurus yang tidak aktif dan tidak menunjukkan kinerja akan dievaluasi, bahkan dicoret. Kita ingin KONI diisi oleh orang-orang yang mau bekerja,” tegas Ridwan.
Ia menambahkan, evaluasi merupakan langkah wajar dalam sebuah organisasi, mengingat jumlah pengurus cukup banyak, namun tingkat kehadiran dalam kegiatan dan rapat masih rendah.

“Sejak awal sudah kami sampaikan, jika tidak mampu bekerja silakan mengundurkan diri. Ini demi kemajuan KONI Pidie ke depan,” pungkasnya.//Amir Sagita.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button