Aceh Selatan

Kelabui warga lewat WhatsApp, pelaku catut nama dan foto Sekda Aceh Selatan

Tapaktuan  (Aentenews) – Masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital yang mencatut identitas pejabat publik. Kali ini, pelaku menggunakan nama dan foto Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, untuk memperdaya warga melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (29/5), ketika seorang warga menerima pesan dari nomor WhatsApp yang tidak dikenal. Untuk meyakinkan calon korban, pelaku menggunakan foto profil yang menampilkan Sekda Aceh Selatan bersama istrinya.

Pelaku kemudian membangun komunikasi secara persuasif dan mengaku hendak memberikan bantuan dana kepada korban. Dalam percakapan tersebut, pelaku mengirimkan gambar tangkapan layar yang diduga merupakan slip transfer bank senilai Rp1,6 juta sebagai bukti pengiriman uang.

Namun, setelah mengirimkan bukti transfer tersebut, pelaku meminta korban untuk terlebih dahulu mengirimkan uang sebesar Rp600 ribu ke akun dompet digital DANA yang disebutkan dalam percakapan.

Korban sempat memeriksa rekeningnya dan mendapati dana yang dijanjikan belum masuk. Akan tetapi, pelaku berdalih bahwa keterlambatan tersebut disebabkan gangguan jaringan perbankan sehingga proses transfer masih dalam tahap pending.

“Korban awalnya sempat curiga karena dana belum masuk ke rekening. Namun karena melihat foto profil dan identitas yang digunakan pelaku, korban akhirnya percaya dan mengikuti permintaan tersebut,” kata sumber yang mengetahui kronologi kejadian.

Korban kemudian mentransfer uang sebesar Rp600 ribu ke akun DANA yang diarahkan pelaku. Belakangan, korban menyadari telah menjadi sasaran penipuan setelah dana yang dijanjikan tidak kunjung masuk dan nomor WhatsApp tersebut tidak dapat lagi dihubungi.

Kasus tersebut menambah daftar panjang praktik penipuan berbasis rekayasa sosial (social engineering) yang memanfaatkan identitas tokoh publik untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau permintaan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah, terutama yang berkaitan dengan transaksi keuangan, bantuan dana, maupun permintaan transfer uang.

Masyarakat juga diminta melakukan verifikasi melalui jalur resmi sebelum mengambil keputusan terkait transaksi keuangan. Selain itu, warga diingatkan untuk tidak mengirimkan uang kepada pihak mana pun hanya berdasarkan bukti transfer digital sebelum memastikan dana benar-benar masuk ke rekening pribadi.

Pihak terkait mengharapkan masyarakat segera melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi penipuan serupa guna mencegah bertambahnya korban.//Aentenewsby Ade Dirgantara.

.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button