
Banda Aceh (Aentenews) – Badan Pusat Statistik mencatat provinsi Aceh mengalami inflasi tertinggi pada Desember 2025 sebesar 6,71 persen (year-on-year) akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, karena stok dan pasokan bahan pangan menipis dampak dari bencana alam banjir Sumatera. Aentenews.Foto/Ampelsa.

Pedagang menjual berbagai komoditas bahan pangan di pasar Al Mahirah, Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Selasa (6/1/2026). Badan Pusat Statistik mencatat provinsi Aceh mengalami inflasi tertinggi pada Desember 2025 sebesar 6,71 persen (year-on-year) akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, karena stok dan pasokan bahan pangan menipis dampak dari bencana alam banjir Sumatera. Aentenews.Foto/Ampelsa.

Pedagang menjual berbagai komoditas bahan pangan di pasar Al Mahirah, Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Selasa (6/1/2026). Badan Pusat Statistik mencatat provinsi Aceh mengalami inflasi tertinggi pada Desember 2025 sebesar 6,71 persen (year-on-year) akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, karena stok dan pasokan bahan pangan menipis dampak dari bencana alam banjir Sumatera. Aentenews.Foto/Ampelsa.

Pedagang menjual berbagai komoditas bahan pangan di pasar Al Mahirah, Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Selasa (6/1/2026). Badan Pusat Statistik mencatat provinsi Aceh mengalami inflasi tertinggi pada Desember 2025 sebesar 6,71 persen (year-on-year) akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, karena stok dan pasokan bahan pangan menipis dampak dari bencana alam banjir Sumatera. Aentenews.Foto/Ampelsa.




