Pengungsi ke huntara berpacu dengan waktu datangnya Ramadhan

Pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk ditempati pengungsi bencana banjir di kabupaten Pidie Jaya, provinsi Aceh.
Banda Aceh (Aentenews) -Pemindahan warga korban bencana dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) ibarat berpacu dengan waktu yang ditarget terlaksana menjelang bulan Ramadhan 2026.
Pemerintah memastikan seluruh pengungsi di tenda darurat sudah dipindahkan sebelum 18 Februari 2026 atau menjelang bulan Ramadhan 2026 . Bulan Ramadhan menurut kalender jatuh pada 19 atau 20 Februari 2026 . Artinya waktunya semakin dekat tinggal menghitung hari.
Sementara proses penyelesaian huntara di beberapa daerah terdampak bencana masih berlangsung dan sebagian lainnya sudah rampung dikerjakan dan ditempati pengungsi korban bencana.
Pengungsi korban bencana berharap secepatnya menempati huntara sehingga mereka dapat merayakan tradisi Meugang menyambut bulan suci Ramadhan bersama keluarga dalam suasana yang sangat sederhana, ketimbang di tenda darurat yang berlumpur dengan segala kekurangannya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, dalam kunjungan kerja meninjau hunian sementara di kecamatan Langkahan, kabupaten Aceh Utara, Kamis (21/1/2025) memastikan huntara sudah ditempati pengungsi menjelang Ramdhan.
Suharyanto bersama Mendagri, Tito Karnavian dan pejabat pemerintah saat mengunjungi lokasi pembangunan huntara di Aceh Utara, menambahkan menjelang bulan Ramadhan merupakan batas waktu pemindahan pengungsi ke huntara.
“Pengungsi akan dipindahkan ke huntara, sementara Sebagian lainnya menetap sementara di rumah saudara atau rumah keluarganya,” kata Suharyanto.
Di Kabupaten Aceh Utara, pemerintah membangun sebanyak 4.000 unit huntara dan jumlah tersebut diasumsikan sebagai tahap pertama pembangunanan hunian tetap(huntap). Jumlah nominalnya sangat besar dan saat ini progresnya baru sekitar 30 persen.
“Tantangannya sangat besar, sehingga harus dikerjakan dalam waktu yang cepat,” katanya.
Kepala BNPB Suryanto menambahkan, pembangunan hunian juga melibatkan Danantara,pemerintah daerah, TNI, Polri serta lembaga lainnya.//Aentenews by Ampelsa.




