Kabupaten Pidie (Aentenews) – Para petani di Kabupaten Pidie, provinsi Aceh mengakui pada musim panen tahun 2026 menikmati tingginya harga gabah kering panen (GKP) yang ditampung pedagang pengumpul dibanding dengan harga pembelian pemerintah (HPP).
Petani menyatakan, harga gabah kering panen (GKP) mencapai Rp7.200 per kilogram atau lebih tinggi dibanding dengan harga pembelian pemerintah Rp6.500 per kilogram.
“Panen yang berlangsung di beberapa daerah tidak merata. Ini panen puncak dan beberapa minggu ke depan kemungkinan sudah berakhir. Musim panen tahun ini lebih baik dari tabun sebelumnya, karena harganya tinggi,” kata M Nasir, di daerah Padang Taji, kabupaten Pidie.
Menurutnya, pada awal musim panen harga gabah berada pada posisi Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram. Namun dalam sepekan terakhir menguat hingga Rp7.200 per mkilogram.
Saat berlangsung panen di daerah itu, beberapa truk milik pedagang penampung sudah menunggu di pinggir jalan nasional untuk mengangkut gabah petani.
Seperti di wilayah kabupaten Aceh Besar yang berbatasan dengan kabupaten Pidie Jaya, masa panen berlangsung tidak serentak dan sebagian petani di daerah itu sudah memasuki akhir panen dan bersiap memulai menggarap.

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, menyatakan hingga posisi 23 April 2026 kondisi stok beras aman dan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras mencapai 65.000 ton.
“Stok cadangan beras pemerintah (CBP) cukup memenuhi kebutuhan masyarakat serta dan untuk mendukung berbagai program intervensi pemerintah,” kata Budi Sultika.
Aentenews by Ampelsa.




