Percepat Pembangunan Huntap, Beberapa Unit Sudah Selesai di Pidie Jaya
Pidie Jaya (Aentenews) – Pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) untuk penyintas bencana dan beberapa unit sudah rampung dikerjakan dan sebagian besar dalam tahap persiapan lahan di kabupaten Pidie Jaya, provinsi Aceh.
“Pekerjaan sudah dimulai, tahap ini memasuki persiapan lahan dan survei di lapangan,” kata Kata Pelaksana Harian Kepala BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa kepada Aentenews di Meuredu, Pidie Jaya, Aceh, Rabu (29/4/2026).
Okta Handipa mengatakan, pemkab Pidie Jaya membutuhkan sebanyak 3.056 unit huntap untuk keluarga terdampak bencana banjir yang terdiri dari huntap mandiri atau huntap yang dibangun di lahan milik penyintas, dan huntap pemerintah atau huntap yang dibangun di lahan milik pemerintah.
Dari total 3.056 unit huntap tersebut, sebanyak 2.317 unit merupakan huntap mandiri dan sebanyak 739 unit huntap pemerintah pusat.
Sementara, pemantauan di lokasi , terdapat enam titik pembangunan huntap yang sebagian sudah rampung dikerjakan, terutama di desa Muka Blang, kecamatan Panteraja dan desa Meunasah Lhok, kecamatan Meuredu yang masing masing satu unit huntap dan empat titik lainnya dalam proses penyelesaian.
Pembangunan huntap difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Meurah Dua. Sementara itu, beberapa titik lain masih menghadapi sedikit hambatan karena berada di lahan milik masyarakat. Saat ini sudah melalui proses pengukuran dan pembebasan.
Pemerintah memastikan, huntap yang akan dibangun tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan, yakni berada di zona aman atau bebas bencana banjir.
“Kami memastikan pembangunan ini selaras dengan blueprint rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambah Okta.
Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan bahwa penyediaan hunian permanen tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, hanyut, atau berada di zona rawan bencana.
“Penyediaan hunian secara permanen ini menjadi langkah nyata pemerintah untuk memberikan kembali tempat tinggal demi kehidupan yang lebih baik pascabencana,” kata dia.
Berdasarkan data BNPB, target pembangunan huntap di Provinsi Aceh mencapai 18.354 unit. Sementara itu, di Sumatera Utara sebanyak 6.432 unit dan di Sumatera Barat sebanyak 4.186 unit.
Aentenews by Ampelsa.




