Gajah Sumatera kembali masuk pemukiman di Bener Meriah, MPG lakukan patroli
Banda Aceh (Aentenews) – Puluhan ekor Gajah liar Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dilaporkan kembali memasuki kawasan perkebunan yang berdekatan dengan pemukiman rumah penduduk di sekitar desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Menurut laporan Masyarakat Peduli Gajah (MPG) di desa tersebut, gajah liar terpantau sekitar sekitar 25 ekor dan saat ini posisi satwa itu sudah mulai menjauh dari pemukiman penduduk. Namun, masih dalam wilayah desa Negeri Antara.
“Rombongan gajah itu turun ke perkebunan milik warga mencari makanan dan satu individu di antaranya gajah jantan terpisah dari kelompoknya masih terlihat di kawasan pemukiman penduduk di desa tersebut,” kata Ketua Tim Pengusiran MPG, Usop di Bener Meriah.
Ketua Tim MPG, Usop yang saat ini berada di wilayah pedalaman melakukan patroli mengatakan, kehadiran seekor gajah jantan itu membuat warga panik dan sudah berulangkali masuk pemukiman warga. “Gajah jantan ini terpisah dari rombongannya masuk pemukiman warga mencari makanan berupa tanaman pisang dan pinang,” kata Usop.
Dari kejadian sebelumnya, gajah jantan itu tidak menganggu atau merusak bangunan. Warga mencoba mengusir gajah itu ke luar dari pemukiman masuk ke dalam hutan. “Anehnya, beberapa minggu kemudian mucul lagi,” ujar Usop.
Saat ini tim MPG bersama anggota World Wide Fund for Naature (WWF) Indonesia melakukan patroli untuk memantau dan sekaligus berupaya menggiring rombongan gajah liar keluar dari pemukiman dan kembali ke hutan.

Namun, kata Usop, untuk ajah jantan yang sering muncul masuk dalam pemukiman rumah warga, sulit dilakukan pengusiran, karena bermain secara individu dan terpisah dari kelompoknya. Pengusiran atau penggirangan gajah liar ke hutan akan bisa dilakukan setelah pembangunan pagar kejut rampung .
Pemasangan pagar kejut (power fencing) merupakan solusi mitigasi Konflik manusia-gajah yang efektif untuk mencegah Gajah liar memasuki pemukiman dan perkebunan. Pemasangan pagar kejut di daerah kabupaten Bener Meriah itu saat ini dalam proses penyelesaian.
Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan memasang puluhan kilometer pagar kejut di sejumlah titik rawan gangguan gajah liar di wilayah Aceh yang selama ini terjadi interaksi negatif satwa liar.
Aentenews by Ampelsa.




