AcehNasional

BNPB kerahkan PK-JVH 0perasi Modifikasi Cuaca penanganan karhutla di Aceh 

Banda Aceh (Aentenews)  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  di kabupaten Aceh Barat dan selain kabupaten Nagan Raya, provinsi Aceh.

Tim teknis OMC BNPB Dadang Ramdani, Jumat (5/6/2026) menyatakan ‎operasi modifikasi cuaca  dilakukan dengan menaburkan garam ke awan di titik potensial hujan, guna merangsang terbentuknya presipitasi atau bentuk air yang jatuh dari awan ke bumi di wilayah sasaran.

Pelaksanaan OMC dilakukan melalui penerbangan sorti pertama menggunakan pesawat PK-JVH dengan fokus penyemaian awan di kawasan Aceh Barat yang terdampak karhutla. Pada operasi tersebut, tim menggunakan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram untuk merangsang pembentukan hujan di wilayah sasaran.

Proses penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 10.000 kaki (feet) dengan sasaran utama awan Cumulus yang memiliki potensi menghasilkan hujan. Berdasarkan hasil pengamatan tim di lapangan, awan target memiliki ketinggian dasar (base cloud) sekitar 6.000 hingga 7.000 kaki, sementara puncak awan (top cloud) berada pada kisaran 10.000 hingga 12.000 kaki. 

Dikatakanya, selama pelaksanaan penyemaian, kondisi cuaca di area operasi menunjukkan kecepatan angin berkisar antara 7 hingga 18 knot yang bertiup dari arah barat. Tim juga melaporkan terjadinya presipitasi atau hujan di wilayah penyemaian setelah proses operasi berlangsung.

Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis BNPB dalam mendukung upaya penanganan karhutla yang saat ini terjadi di wilayah Aceh Barat.  

Melalui peningkatan potensi hujan di area terdampak, diharapkan titik-titik api yang masih aktif dapat dipadamkan serta mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan lain. 

Berdasarkan data BPB Aceh, kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Aceh Barat sekitar 23,6 hektare dan di kabupaten Nagan Raya  mencapai sekitar 90 hektare.

BNPB bersama BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan efektivitas operasi guna mendukung percepatan penanganan karhutla.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button