Banda Aceh

Kapal angkut tabung gas elpiji karam diterjang ombak di peraian Kampung Jawa

Banda Aceh (Aentenews ) –  Kapal nelayan mengangkut sekitar seribuan tabung gas elpiji dilaporkan terbalik dihantam ombak dan angin kencang di perairan Pantai Kampung Jawa, kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, pada Sabtu (6/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. 

Komandan Lanal Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin melalui Danpos TNI Al Lampulo, Lettu Laut ( S ) Endyson saat di konfirmasi Aenteness di Banda Aceh membenarkan telah terjadi kecelakaan laut kapal pengangkut tabung gas elpiji  terbalik diterjang ombak dan kandas di perairan Pantai Kampung Jawa.  

Dikatakannya, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa karena Pawang Boat, M Ali dan dua Anak Buah Kapal ( ABK), masing-masing Yuslan  dan Yacob selamat setelah korban berusaha berenang dari  lokasi kejadi berjarak sekitar100 meter menuju bibir pantai.

“Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan kapal  yang terjadi dalam suasana gelap itu dan semua ABK selamat dan kapal dievakuasi ke daratan, “ kata  Dan Lanal Sadimin.

Mengetahui kejadian tersebut, petugas TNI AL dan masyarakat nelayan di sekitarnya, turut membantu korban kecelakan kapal dan menyelamatkan ribuan tabung gas elpiji ke daerah pantai, sedangkan kapal rusak dan terdampar di sekitar Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh.

Adapun kronologis kejadian, Kapal nelayan PT. Gas Aneuk Meugah Sabang (19 GT) dengan panjang 10 meter dan lebar 2 meter itu mengangkut sebanyak 1.525 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, 24 tabung  gas ukuran 12  kg dan 20  tabung gas ukuran 5,5 kilogram berangkat dari Sabang menuju Pelabuhan Lampulo Banda Aceh.

“Semua tabung gas elpiji yang diangkut kapal itu dari Pulau Sabang dalam kondisi kosong. Kerugian ditaksi mencapai Rp200 juta,” ujarnya.  

Dalam perjalan mendekat perairan Pantai Kampung Jawa, Kapal Nelayan tersebut di hantam ombak  dan terbalik sehingga kandas di pasir yang pada saat itu sedang berlangsung badai .

Peristiwa kecelakaan kapal di lokasi yang sama tepatnya pada jalur pintu muara Pelabuhan Lampulo itu, bukan yang pertama terjadi, sebelumnya beberapa kapal nelayan mengalami nasib yang sama. Akibat pendangkalan di sekitar muara Pelabuhan, mengakibat kapal kandas dan kemudian dihantam ombak dan tenggelam.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button