
Petugas PPIH Debarkasi Aceh mengikuti upacara persiapan penyambutan kedatangan jemaah haji Aceh di Banda Aceh, Senin (15/6/2026). Aentenews Foto /Ampelsa.
Banda Aceh (Aentenews) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh bersama Balai Karantina Kesehatan (BKK) telah mempersiapkan layanan maksimal saat penyambutan kedatangan jemaah haji Aceh, salah satunya fokus pada penanganan kesehatan jemaah lanjut usia (lansia).
“Karena mayoritas jemaah haji Aceh dari golongan lansia, sehingga pemerintah memberikan perhatian khusus dengan fokusk kepada pelayanan dan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka, “ kata Ketua PPIH Debarkasi Aceh, Arijal di Banda Aceh, Senin (15/6/2026).
Selain itu, seluruh jemaah yang tiba di Asrama Haji juga menjalani pemantauan melalui thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh dan mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Menurut Arijal yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi, untuk memberikan pelayanan kesehatan maksimal, PPIH Aceh telah mempersiapkan fasilitas ruangan khusus dan tim pemeriksaan kesehatan untuk jemaah haji lansia saat mereka tiba sebelum diberangkatkan ke daerahnya masing-masing.
Sebanyak 393 jemaah haji Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama itu dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda pada Senin (15/6/20260 sekitar pukul 20.50 WIB .Total jemaah haji Aceh tahun 2026 mencapai 5.484 orang yang terdiri dari 14 kloter, di antaranya tercatat 9 orang meninggal dan 9 orang dalam kondisi sakit masih di rawat beberapa rumah sakit Arab Saudi.
Tim kesehatan PPIH Debarkasi Aceh, akan memantu perkembangan dan gejala gangguan kesehatan saat kedatangan jemaah haji, khususnya jemaah lansia sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
Sementara Kepala Balai Karantina Kesehatan (BKK) Banda Aceh Ali Isha Wardana mengatakan, pelayanan khusus kesehatan jemaah haji lansia bertujuan mengantisipasi penyakit menular dan termasuk virus. Pemantauan juga dilakukan kepada jemaah haji yang terlihat sehat saat kedatangan.
Pemantauan ini dimaksudkan sebagai deteksi dini terhadap penyakit menular, di antaranya adalah COVID-19, Mers-Cov, Meningitis, polio, dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Public Health Emergency of International Concern (PHEIOC).
PPIH Debarkasi Aceh telah siap dan bersiap melakukan berbagai langkah pelayanan kedatangan jemaah haji, mulai dari pengukuhan pembantu petugas PPIH, pembentukan satuan tugas, hingga rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Selain itu, PPIH juga mengingatkan keluarga jemaah agar tidak melakukan penjemputan di Asrama Haji karena keterbatasan tempat dan area parkir di debarkasi banda Aceh. “Kita hanya memberikan izin untuk satu atau dua orang keluarga dari jemaah yang boleh masuk ke ring-I untuk membantu pengambil barang atau koper jemaah,” ujarnya.
Aentenews by Ampelsa




