Aceh

Empati Pemprov  Kalteng dukung pemulihan korban bencana di Aceh

Banda Aceh (Aentenews) –  Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.


Bantuan senilai Rp2,8 miliar lebih ini diharapkan bisa mendukung pemulihan korban bencana hidrometeorologi di Aceh, kata staf ahli Gubernur  bidang pemerintahan hukum dan politik Provinsi Kalteng Darliansjah di Banda Aceh, Selasa.

Saat penyerahan donasi yang  diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir di Posko Tanggap Darurat Bencana di Banda Aceh,  Darliansjah, merincikan bantuan tersebut.


1. Bantuan Keuangan dari Pemprov Kalteng Rp1.000.000.000
2. Bantuan Keuangan dari 13 Kab dan 1 Kota Se-Kalteng Rp1.300.000.000
3. Bantuan berupa barang Rp215.000.000 (barang senilai 200 juta disalurkan melalui Polda Aceh, barang senilai 15 juta (8 koli melalui Baitulmal)
4. Uang tunai senilai Rp51.540.000 melalui Baitulmal
5. Bantuan dari Bank Kalteng Rp250.000.000 akan ditransfer ke rekening Baitulmal. Total nilai bantuan itu sebesar Rp2.816.540.000.
.
Adapun pejabat Pemprov  Kalteng yang  hadir dalam penyerahan donasi ini, antara lain Kepala Biro Ekonomi Setda Prov Kalteng, Said Salim, S.Kom, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Prov Kalteng, Alpius Patanan, S.Hut, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah Prov Kalteng, Ibu Sri Mulya, SE dan Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah Prov Kalteng, Ibu Patitis A. Dewi, SE.

Sementara itu, Sekda Aceh, M Nasir, mengapresiasi atas kepedulian dari Pemerintah Kalimantan Tengah. Ia kemudian menjelaskan upaya penanganan bencana yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh selama 16 hari terakhir.

“Saat ini Pemerintah Aceh terus melakukan penanganan banjir dan longsor yang melanda 18 Kabupaten/Kota di Aceh,” jelas M. Nasir.

M. Nasir menyebutkan bahwa wilayah yang mengalami dampak terparah adalah Aceh Tamiang. Kondisi di Bireuen di mana terdapat beberapa desa atau dusun yang bahkan dilaporkan hilang akibat bencana. Sementara itu, Kabupaten Pidie dilaporkan masih dalam status siaga darurat.

Penanganan infrastruktur juga menjadi fokus utama, terutama di wilayah tengah. Konektivitas ke Aceh Tengah dan Bener Meriah baru terhubung pada hari Minggu (14/12),  menyusul rampungnya pembangunan jembatan bailey.

Menurutnya, Koneksi ini sangat krusial untuk memastikan pasokan logistik dapat tersalurkan. M. Nasir menekankan pentingnya pembangunan jembatan darurat tersebut. Dengan terhubungnya jembatan bailey, pasokan logistik kini sudah mulai masuk ke wilayah terdampak.

“Jika hari ini jembatan bailey tidak selesai, maka kami pastikan stok pangan di Bulog habis sehingga masyarakat Kab. Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues kelaparan,” ujar dia.//Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button