Aceh TenggaraEkonomi

Aceh Tenggara gelar Festival Kakao ke-XIII, jalan menuju pasar ekspor

foto.Dok Diskominfo Aceh Tenggara

Kutacane (Aentenews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar Festival Kakao ke XIII yang diikuti sejumlah peserta dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) serta petani sebagai momentum strategis dan peluang bisnis membuka jalan menuju pasar ekspor.

Potensi kakao Aceh Tenggara mendapat perhatian dalam pelaksanaan Festival Kakao dan Pasar Tani sebagai rangkaian Duek Pakat Kakao Aceh ke-XIII yang digelar di Lapangan Pemuda, Kutacane, Sabtu (9/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat pengembangan kakao sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah dan pendapatan masyarakat. Festival ini sebagai ajang promosi kakao sekaligus mempertemukan petani, pelaku usaha dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) .

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Festival Kakao dan Pasar Tani di Aceh Tenggara.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan potensi kakao Aceh Tenggara sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Kakao bukan hanya tanaman perkebunan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan dan penghidupan masyarakat. Karena itu, salah satu komoditas yang harus terus kita dorong adalah kakao,” ujar Bupati.

Ia mengatakan, pengembangan kakao harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya dengan meningkatkan produksi bahan baku, tetapi juga melalui diversifikasi dan pengembangan berbagai produk olahan.

“Kita ingin nilai kakao menjadi lebih luas, tidak hanya dalam bentuk hasil perkebunan, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai olahan makanan dan minuman. Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara akan terus mendorong peningkatan kualitas produksi melalui penggunaan bibit unggul serta pengembangan produk turunan kakao, ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan festivl kakao tahun ini memiliki keistimewaan karena rangkaian kegiatan yang biasanya berlangsung satu hari, di Aceh Tenggara dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai agenda pendukung.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan keunggulan kakao daerah sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk mengedukasi petani, mengembangkan produk turunan kakao, serta meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing. Kita ingin kakao tidak berhenti pada produksi bahan baku, tetapi berkembang menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan kakao membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, petani, pelaku usaha, UMKM dan berbagai pihak terkait. 

Luas areal tanaman kakao di Kabupaten Aceh Tenggara mencapai sekitar 21.549 hektare dengan tingkat produktivitas rata-rata mencapai 905 kg per hektare per tahun. Kakao merupakan salah satu  komoditas unggulan perkebunan rakyat di Aceh Tenggara.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button