BKKBN saluran alat kontrasepsi untuk warga terdampak bencana di Aceh Utara

Aceh Utara (Aentenews) – Sebanyak 100 orang dari kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non PAUD) di daerah terdampak bencana kabupaten Aceh Utara menerima bantuan berupa alat kontrasepsi (alokon) serta paket kesehatan reproduksi.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Aceh, Safrina Salim, di Aceh Utara, Kamis (26/2/2026) menyatakan bantuan ini bertujuan memastikan kebutuhan dasar kesehatan reproduksi tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat, sekaligus memberikan rasa aman dan dukungan bagi perempuan dan anak yang terdampak bencana.
Kemendukbangga/BKKBN Aceh bekerja sama dengan Ovolpe melaksanakan kegiatan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Desa Riseh Baroh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Selain penyaluran bantuan, pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) juga dilangsungkan di posko bencana oleh tenaga kesehatan. Pada kesempatan tersebut, sebanyak lima akseptor menerima pelayanan pemasangan implan satu batang sebagai metode kontrasepsi jangka panjang.
Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program KB di wilayah terdampak, sekaligus membantu para ibu merencanakan kehamilan secara sehat dan terencana meskipun berada dalam situasi bencana.
Tidak hanya itu, tim juga melakukan pembagian alat dan obat kontrasepsi (alokon) kepada pasangan usia subur (PUS) warga terdampak banjir. Pembagian ini disertai edukasi dan konseling agar penggunaan kontrasepsi sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing akseptor, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan layanan dukungan psikososial bagi balita melalui aktivitas bermain bersama, anak-anak diajak kembali merasakan keceriaan, mengurangi stres, serta membangun rasa aman di lingkungan pengungsian.
Safrina Salim, menyampaikan, penyaluran alat kontrasepsi hari ini bukan hanya tentang memberikan layanan KB, tetapi juga memastikan para ibu dan pasangan memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
“Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa merencanakan kehamilan secara sehat, mencegah risiko kesehatan, serta mewujudkan keluarga yang berkualitas,” tambahnya.
Diharapkan seluruh akseptor untuk tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penggunaan alat kontrasepsi sesuai dengan kondisi masing-masing, bahkan di tengah situasi bencana, demi terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas di Provinsi Aceh.
Aentenews by Ampelsa




